KOLOM

KOLOM | Paradoks Utopia

Oleh Muhammad Natsir Tahar Di masa depan manusia telah berhasil menulis ulang takdir mereka. Apa yang kemudian terjadi? Mereka kehilangan harapan, kekosongan, tanpa proses, tanpa nilai, tanpa kejutan, nirmakna, dan tenggelam dalam samudra kenikmatan hampa. Manusia…

Read More

KOLOM | Senjakala Humanisme

  Oleh Muhammad Natsir Tahar Kita benar-benar sedang adu cepat dijalur bebas hambatan. Kemanusiaan kita sedang dilawan oleh sistem kecerdasan buatan. Bahkan kita sedang diretas, kita ditelanjangi, mereka mulai tahu apa isi perut kita, memaksa masuk…


KOLOM | Kosmo 1.0

Oleh Muhammad Natsir Tahar Ketika dunia masih tergugu-gugu dalam era informasi 4.0, Jepang sudah mengumumkan kedatangan era Masyarakat 5.0 (Society 5.0). Bila sejauh ini dunia maya dan nyata bercabang dan jalan sendiri-sendiri, keduanya harus diikat dalam…


KOLOM | Manusia Immortal

  Oleh Muhammad Natsir Tahar Tersebutlah Kaisar Qin Shi Huang, pendiri Dinasti Qin sekaligus kaisar pertama Tiongkok bersatu. Reputasinya sebagai penakluk dibatalkan oleh ketakutan terbesarnya pada kematian. Ia mendanai tabib Xu Fu dalam armada besar yang…


KOLOM | Kosmos 5.0

  Oleh Muhammad Natsir Tahar Di salah satu kanal Youtube, Guru Besar Oxford University Richard Dawkins bilang, bila eksistensi planet bumi seperti sebentang lengan, maka manusia mulai ada di bagian ujung kuku. Saat ini kita berada…


KOLOM | King Protea

  Oleh Muhammad Natsir Tahar Setangkai bunga King Protea mekar di tengah benua hitam Afrika. Bunga ini seperti bohlam, saat mekar tampak bak bintang Sirius dengan mahkota yang rumit. Bunga cantik Afrika itu adalah Botswana. Untuk…


KOLOM | Sophia

  Oleh Muhammad Natsir Tahar Saya pertama sekali melihat Sophia ketika ia berbincang dengan Tony Robbins tentang banyak hal soal kemanusiaan. Sophia sangat cantik dengan tampilan unik. Saya melihatnya lagi (dua tahun sebelum Robbins) ketika gadis…


KOLOM | Collegiality

  Oleh Muhammad Natsir Tahar Saya harus mempelajari politik dan perang agar anak saya punya kebebasan untuk mempelajari matematika dan filsafat. Ini kata Presiden Amerika John Adams, empat abad silam. Begitu politik diberi angin meranapkan…


KOLOM | Humanisme

Oleh Muhammad Natsir Tahar Apakah kita seperti semut di bawah kaca pembesar? Berlalu lalang dalam keteracakan (keteraturan), dengan gerak gerik yang dituntun oleh algoritma genetik. Tetaplah ragu bahwa kita punya kehendak bebas. Kita sedang dalam kendali terus menerus….


KOLOM | Diorama

  Oleh Muhammad Natsir Tahar Pancasila dapat dimetaforakan sebagai lima orang penting yang duduk semeja. Mula sekali kelimanya keras kepala, mudah sekali bertengkar. Mereka turun dari nenek moyang berbeda yang kukuh ajaran asalinya. Sadar sedang berada…