Banjir Harus Tuntas di Batam dan Pinang, Cen Sui Lan Minta Tahun 2022 Dianggarkan Lagi

 

 

Cen Sui Lan, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kepri (kiri) saat meninjau proyek pemerintah di Kota Batam yang dibiayai APBN, beberapa waktu lalu.

JAKARTA (Kepriglobal.com) – Cen Sui Lan, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kepri ingin persoalan banjir di Kota Tanjungpinang dan Batam tuntas.

Supaya masalah klasik banjir di Kota Batam dan Tanjungpinang di musim hujan ini bisa dituntaskan, Cen Sui Lan kembali minta memasukkan penanganan banjir dalam rencana kegiatan anggaran (RKA) tahun 2022 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Saya yang meminta penanganan banjir di Batam dan Pinang dimasukkan dalam RKA tahun 2021 di Kementerian PUPR. Itu sudah berjalan, membangun sejumlah drainase induk. Harus dilanjutkan tahun 2022 sampai tuntas tak ada lagi banjir,” ujar Cen Sui Lan, Minggu (5/9/2021) malam.

Permintaan pengalokasian dana penanganan banjir ini, disampaikan Cen Sui Lan kepada Dirjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Jarot Widyoko, saat rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi V DPR RI dan Dirjen SDA, Rabu (1/9/2021) baru-baru ini.

RDP ini membahas evaluasi pelaksanaan anggaran tahun 2021 dan RKA tahun 2022. RDP dilaksanakan di ruang rapat Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta.

Cen Sui Lan, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kepri.

“Kita minta kepada Pak Dirjen SDA Kemeterian PUPR, agar kembali menganggarkan program penanggulangan banjir di Kota Batam dan Tanjungpinang, pada tahun anggaran 2022 nanti,” kata Cen Sui Lan.

Cen Sui Lan menjelaskan, pada kegiatan anggaran tahun 2021, pihak Ditjen SDA, sedang melaksanakan program penanggulangan Banjir di Kota Batam dan Tanjungpinang. Anggarannya mencapai Rp25 miliar. Anggan ini dialokasikan untuk kegiatan merevitalisasi drainase induk (DI) di kedua kota tersebut.

“Saya mau penangangan banjir di Kota Batam dan Tanjungpinang, tuntas. Makanya, saya kawal terus program ini sampai benar-benar tuntas. Penanganan banjir tahun anggaran 202, juga berasal dari usulan saya sebagai Anggota DPR RI Dapil Kepri,” ujar Cen Sui Lan.

Pada saat rapat kerja (raker) dengan Menteri PUPR Basuki Hadi Mulyono, Cen Sui Lan juga mewanti-wanti menteri, agar program penanganan banjir di Batam dan Tanjungpinang menjadi perhatian khusus dari pemerintah pusat.

Jangan hanya karena ikut kunjungan bersama Presiden ke beberapa daerah, lantas kegiatan ditujukan ke daerah yang dikunjungi kepala negara itu. Sementara, daerah lain di Indonesia seperti Provinsi Kepri (Batam dan Tanjungpinang) yang juga terkena banjir, tidak ditangani maksimal.

“Waktu raker, saya ingatkan Pak Menteri Basuki tentang hal itu. Alhamdulillah, Pak Menteri merespons baik untuk penanganan banjir di Tanjungpinang dan Batam,” tambah Cen Sui Lan.

Bagi Cen Sui Lan, program penanggulangan banjir di Kota Batam dan Tanjungpinang, harus dijalankan sampai tuntas. Jika perlu, dibuatkan payung hukum agar dijalankan secara multi years contract (MYC) atau tahun jamak. (KG/PAN)