Cen Sui Lan Ungkap 22 Perusahaan Internasional Berminat Proyek KPBU Jembatan Babin

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar dapil Kepri, Cen Sui Lan

 

Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar dapil Kepri, Cen Sui Lan

BATAM – Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar daerah pemilihan (Dapil) Kepri, Cen Sui Lan mengungkapkan, 22 perusahaan internasional berminat proyek jembatan Batam-Bintan (Babin) yang diperkirakan menelan biaya mencapai Rp13 triliun.

Cen Sui Lan sebagai solicited (prakarsa Pemerintah – Kementerian PUPR) Komisi V DPR RI mengawal pembangunan jembatan Babin ini, menyebutkan, perusahaan internasional yang meminati proyek jembatan Babin seperti perusahaan China Road And Bridge Corporation. China Construction Eight Engineering Division (CCEED). PT China State Constuction Oberseas Development Shanghai (CSSODS) di Indonesia. Dan China Railway Engineering Indonesia.

Serta perusahaan raksasa dari Korea, seperti Samsung C&T Corporation, Obayashi Corporation, Shimizu Corporation, Ssangyong Engineering & Construction. Dari perusahaan Amerika seperti PT Leigton Contractors Indonesia.

“Ada 22 perusahaan raksasa dunia bidang konstruksi dan jalan tol yang berminat menjalankan proyek jembatan Batam-Bintan itu,” ujar Cen Sui Lan yang diundang zoom meeting pengenalan pasar (market sounding) proyek ini, oleh Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (Ditjen PI) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (6/5/2021).

Baca Juga: Cen Sui Lan Tinjau Langsung PSN Bendungan Sei Gong, Tahun Ini Dapat Kucuran APBN Rp30 Miliar

Perusahaan lokal BUMN Karya juga mengikuti sounding market ini, sebagai mitra dalam KPBU ini. Termasuk perusahaan lokal yang juga sudah mempunyai jaringan internasional seperti Panbil Group juga ikut dari market sounding jembatan Babin.

Selain itu, para Duta Besar atau perwakilan dari negara-negara asal investor itu juga mengikuti market sounding jembatan Batam-Bintan.

“Ada 11 Duta Besar. Antara lain dari Korea, China, Amerika, Singapura, Hungarian, Spanyol, Belgia, Perancis, Turki, Norwegia, dan India,” jelas Cen Sui Lan.

Cen Sui Lan kembali menyampaikan, proyek pembangunan jembatan Batam-Bintan ini menelan investasi Rp13,66 triliun. Biaya konstruksi sebesar Rp9,78 triliun, dan mendapat dukungan APBN sebesar Rp4,44 triliun.

Baca Juga: Cen Sui Lan Tinjau Proyek Box Culvert Senilai Rp8,4 Miliar di Jalan Nasional Simpang Jam

Dalam proyek kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) ini, pemerintah menugaskan kepada PT Penjaminan Infraktruktur Indonesia (PII), agar dari awal mengawal seluruh proses proyek ini. Supaya pihak investor diberikan keyakinan, bahwa proyek ini menguntungkan dan pemerintah bisa mempercepat pengadaan proyek-proyek infrastruktur berskala besar.

“Pada proyek jembatan Batam-Bintan ini, pemerintah kita memberikan konsesi 50 tahun kepada investor,” jelas Cen Sui Lan yang cukup intens berkomunikasi dengan Renny selaku Direktur Pembiayaan Ditjen PI Kementerian PUPR.

Dalam zoom meeting market sounding ini, selain Cen Sui Lan sebagai Anggota Komisi V DPR RI, juga diundang Ridwan Bae selaku pimpinan Komisi V DPR RI.

“Setelah market sounding, akan masuk ke tahap bidding award, penandatanganan perjanjian KPBU dan financial closing. Pada akhir tahun 2021 atau awal 2022, pembangunan konstruksi akan dimulai,” terang Cen Sui Lan.

Market sounding proyek jembatan Batam-Bintan melalui zoom meeting tersebut, dibuka Menteri PUPR Basuki Hadi Mulyono. Serta Bahlil Lahadalia Menteri Investasi Indonesia yang baru dilantik Presiden Jokowi, turut memberikan sambutan dalam acara tersebut. (KG/PAN)

Be the first to comment on "Cen Sui Lan Ungkap 22 Perusahaan Internasional Berminat Proyek KPBU Jembatan Babin"

Leave a comment

Your email address will not be published.