Ditresnarkoba Polda Kepri Musnahkan Barang Bukti Tangkapan Putaw dan Sabu

 

Tersangka narkotika memusnahkan barang bukti dilarutkan ke dalam air panas kemudian dibuang ke septic tank. Disisakan sedikit untuk uji laboratorium forensik dan pengadilan.

BATAM (Kepriglobal.com) – Ditresnarkoba Polda Kepri memusnahkan barang bukti tangkapan narkoba jenis putaw dan sabu, Kamis (2/9/2021).

Pemusnahan tersebut dipimpin Kanit 1 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Kepri AKBP Raja Buntat Abbas; PS. Paur II Subbid Penmas Bid Humas Polda Kepri Ipda Husnul Afkar SH, MH., dan dihadiri Kejaksaan, BNNP Kepri, BPOM, Perwakilan Avsec Bandara Hang Nadim, advokat, dan LSM Granat.

Sabu tersebut pengungkapan dari enam laporan polisi (LP), didapati sebanyak tujuh tersangka dengan laporan polisi di antaranya LP-A/50/VI/2021/SPKT – Kepri tanggal 11 Juni 2021, LP-A /75/VIII/2021/SPKT – Kepri tanggal 10 Agustus 2021, LP-A/76/VIII/2021/SPKT-Kepri tanggal 15 Agustus 2021, LP-A/78/VIII/2021/SPKTā€“Kepri tanggal 15 Agustus 2021.

Kemudian LP-B/89/VIII/2021/SPKT-Kepri tanggal 1 Agustus 2021 dan LP-B/93/VIII/2021/SPKT – Kepri tanggal 6 Agustus 2021 serta berita acara pemeriksaan laboratorium forensik (labfor).

“Kita musnahkan barang bukti narkotika dengan dua jenis berbeda. Barang bukti 155 gram narkotika jenis putaw, disisihkan untuk uji laboratorium sebanyak 10 gram dan dimusnahkan sebanyak 143 gram. Sisanya 2 gram untuk pembuktian di pengadilan,” ujar Kanit 1 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Kepri, AKBP Raja Buntat Abbas.

Selain putaw, juga dimusnahkan narkotika jenis sabu sebanyak 720,5 gram, disisihkan untuk uji laboratorium sebanyak 70 gram dan dimusnahkan sebanyak 636,5 gram serta sebanyak 14 gram disisihkan untuk pembuktian di pengadilan.

Barang bukti narkotika tersebut dimusnahkan dengan cara dilarutkan ke dalam air panas dan disaksikan langsung para tersangka dan tamu undangan dari Kejaksaan, BNNP Kepri, BPOM, perwakilan Avsec Bandara Hang Nadim, Advokat, dan LSM Granat.

“Para tersangka dikenakan pasal 114 ayat (1), (2) dan atau pasal 112 ayat (1), (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tentang Narkotika.

“Ancamannya hukuman mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat lima tahun atau paling lama 20 tahun,” ujar Kanit 1 Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Kepri, AKBP Raja Buntat Abbas. (KG/PAN)