Jefridin Minta Seluruh Stakeholder Bersinergi Mantapkan Penilaian KLA

Sekda Kota Batam Jefridin Hamid memimpin rapat koordinasi. (Foto: humas)

BATAM – Sebagai upaya mewujudkan Batam sebagai Kota Layak Anak (KLA), Pemerintah Kota Batam melakukan koordinasi persiapan evaluasi KLA Tahun 2023 serta Persiapan Audit Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) di Ruang Rapat Kantor Wali Kota Batam, Rabu (22/2/2023).

Hadir dalam rapat gugus tugas dalam pengembangan KLA Kota Batam, Kementerian Agama Kota Batam, beberapa LM Perlindungan Anak di Kota Batam, Fasilitator KLA Provinsi Kepri, Forum Anak Kota Batam, Lembaga Bantuan Hukum, serta OPD di lingkungan Pemerintah Kota Batam.

“Terima kasih dan mengapresiasi atas kehadirannya telah memenuhi undangan kami untuk rapat hari ini terkait KLA. Atas nama Wali Kota Batam, Muhammad Rudi berharap, semangat yang sudah ada dari tahun lalu tetap dipertahankan dan kita tingkatkan,” kata Jefridin yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas KLA Kota Batam.

Pihaknya menyampaikan, terkait persyaratan menjadi Kota Layak Anak, kepada seluruh OPD dan lembaga serta organisasi yang terlibat sesuai SK diminta untuk menjalankan tugas dengan baik.

Dijelaskannya bahwa penilaian program KLA terhadap lima klaster untuk memenuhi kebutuhan hak anak. Yaitu kluster Hak Sipil dan Kebebasan, Lingkungan Keluarga, Pendidikan dan Kebudayaan, Kesehatan Dasar dan Perlindungan Khusus.

“Melalui Pertemuan ini, saya meminta kerjasama dan koordinasi yang baik kepada tim dan pemangku kepentingan yang terlibat langsung dalam KLA untuk dapat mengisi dan melengkapi dokumen yang memuat kebijakan, program dan kegiatan sesuai dengan indikator,” ujarnya.

Ia meminta kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB untuk dapat turut memantau penginputan data dari tiap- tiap OPD sehingga Batam dapat melebihi peringkat Nindya yang diraih pada tahun sebelumnya, yaitu peringkat ketiga dari skoring Kota Layak Anak.

“Terkait masalah ruang bermain ramah anak (RBRA) di Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan Kota Batam terima kasih sudah menganggarkan perbaikan Taman Cemara Asri Kota Batam,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jefridin membahas secara langsung kelengkapan data pendukung KLA dari masing- masing OPD diantaranya Dinas perpustakaan dan Kearsipan Kota Batam, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan dan sebagainya.

“Yang jelas awal bulan Maret semuanya sudah rampung dan kita adakan rapat evaluasi sebelum Maret supaya jika masih ada perubahan kita masih punya waktu,” terang Jefridin.

Jefridin turut mengucapkan terima kasih atas keterlibatan Fasilitator KLA Provinsi Kepri, Forum Anak Kota Batam, Lembaga Bantuan Hukum Mawar Saron, LM Yayasan Embun Pelangi, LM Rumah Faye dan Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau Batam atas kepedulian terhadap Kota Batam mewujudkan Batam sebagai Kota Layak Anak.

“Semoga sinergitas bersama seluruh stakeholder ini dapat menyatukan komitmen bersama agar lebih meningkatkan peran serta untuk mewujudkan kota Batam, kota yang layak dan ramah anak yang merupakan tugas kita bersama,” ucap Jefridin.

Ia menambahkan seluruh OPD yang tergabung dalam gugus tugas KLA harus bersungguh-sungguh untuk memaksimalkan dalam mengisi penilaian indikator dalam KLA, agar pencapaian dapat meningkat dibanding tahun lalu.

“Pemko Batam terus mendukung upaya-upaya yang keberpihakan kepada anak terus kita optimalkan, kemudian masukan dari peserta rapat sudah kita catat dan akan ditindaklanjuti sesuai tugas masing-masing, terakhir saya minta gugus tugas yang terlibat untuk saling berkoordinasi dalam memantapkan penilaian ini,” tutup Jefridin. (KG/hum)