Permudah Pelayanan, Bupati Anambas Serahkan E-KTP kepada Murid MA Fatahilah Tarempa

Berfoto bersama. (foto: ist)

ANAMBAS – Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris menyerahkan secara simbolis Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik kepada murid Madrasah Aliyah (MA) Fatahilah Tarempa yang telah mencukupi usia dewasa 17 tahun sebagai syarat mendapatkan e-KTP, Selasa (1/11/2022).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Perpustakaan MA Fatahilah tersebut dihadiri oleh Kepala Disdukcapil Anambas beserta jajaran dan didampingi oleh para tenaga pengajar MA Fatahilah Tarempa.

Dalam sambutannya, Abdul Haris menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Disdukcapil Anambas melakukan inovasi yaitu jemput bola.

“Melalui disdukcapil, Pemda Anambas mempermudah masyarakat dalam hal pelayanan data kependudukan dengan menjemput bola, hal ini agar seluruh masyarakat Anambas dilengkapi dengan data diri, dan pengurusannya pun akan langsung dilayani baik online maupun secara langsung, karena kita berdedikasi untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat dan mudah,” ucap Abdul Haris.

Haris menambahkan, bahwa anak sekolah yang berusia 16 tahun sudah dapat mendaftarkan diri ke Disdukcapil Anambas.

“Kepada anak sekolah juga seperti itu, mulai dari 16 tahun sudah bisa dilakukan pendaftaran, gunanya agar saat berumur 17 bisa langsung dicetak dan diserahkan kepada penerima e-KTP, sehingga nantinya bisa melindungi hak pilih para anak sekolah yang telah mempunyai e-KTP dalam ajang Pemilu tahun 2024 nanti sebagai pemilih pemula,” tambahnya.

Pada sela-sela penyampaiannya, Dia juga bercerita kepada para murid yang hadir, bahwa dirinya juga dahulu sekolah di MA Fatahilah Tarempa.

“Saya dahulu merupakan alumni dari MA Fatahilah Tarempa ini, saya juga meminta kepada para hadirin yang hadir untuk mengirimkan doa kepada para tenaga pengajar MA Fatahilah yang sudah terlebih dahulu bertemu yang kuasa,” kata Abdul Haris sembari bercerita.

Abdul Haris juga menegaskan, madrasah bukan halangan dalam mencapai masa depan, karena sekolah di madrasah jenjangnya sama seperti Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada.

“Kita harus bangga bisa sekolah di Madrasah Aliyah, madrasah juga bukan halangan dalam menggapai masa depan, karena jenjangnya sama seperti SMA yang ada, bahkan disini dapat belajar agama lebih baik dari sekolah biasa,” tegas dia. (KG/WNY)