Proyek Pembangunan Jalan SP 2 Telah Selesai dengan Nilai Kontrak Akhir Rp 77 Miliar

Kepala Dinas PUPRPKP Kabupaten Kepulauan Anambas, Andiguna Kurniawan Hasibuan. (F:ist)

ANAMBAS  – Jalan Selayang Pandang (SP) 2 yang merupakan salah satu ikon yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas telah selesai pengerjaannya di awal tahun 2022 ini. Jalan SP 2 sudah dapat digunakan oleh masyarakat setelah tradisi tepung tawar telah dilaksanakan oleh Bupati Kepulauan Anambas sebagai acara syukur kepada sang pencipta karena telah terbangunnya jalan SP 2.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumanan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Andiguna Kurniawan Hasibuan mengatakan, bahwa pembangun jalan SP 2 tersebut telah selesai dikerjakan dan pemkab telah melakukan tradisi tepung tawar pada Sabtu, (1/12/2022) kemarin.

“Alhamdulillah, proyek pembangunan jalan SP 2 dapat kita selsaikan tepat waktu, dan pada awal tahun kemarin kita sudah melakukan tepung tawar untuk digunakan oleh masyarakat,” kata Andiguna saat dijumpai oleh media ini di ruang kerjanya, Rabu (4/1/2022).

Ketika ditanyakan terkait progres pembangun jalan SP 2 tersebut, Andiguna menjelaskan bahwa jalan tesebut telah diselesaikan 100 persen sesuai dengan anggaran yang berkisar Rp 77 miliar, dengan proses pekerjaan multi years atau tahun jamak.

“Pekerjaan pembangun jalan SP 2 sudah 100 persen terselesaikan, dan anggaran ini merupakan anggaran sharing antara Provinsi Kepulauan Riau dan Kabupaten Kepulauan Anambas,” jelasnya.

Selanjutnya, ia juga menjelaskan bahwa untuk pembangunan jalan SP 2 telah selesai pengerjaannya, namun untuk tahap pemeliharaan masih akan dilakukan oleh rekanan, yang mana SP 2 tersebut nantinya akan ditambahkan akses pendukung sehingga memberikan kenyamanan masyarakat saat berkendara.

“Kedepannya pemeliharaan tetap dilakukan. Kemudian akan ada pengaspalan dan akan ditambahkan lampu penerangan jalan sebagai sarana pendukung jalan SP 2,” jelasnya.

Untuk diketahui, kontrak tahun jamak (multi years contract) pembangunan jalan SP 2, yang dikerjakan oleh PT Ganesha Bangun Riau Sarana dengan nilai kontrak Rp 72.633.288.482 miliar dan kontraktor pengawas PT Bina Index Consult selama 735 hari kalender, dikatakan telah memenuhi spesifikasi standar dalam pembangunan jalan, karena telah memakai alat pabrikan sesuai dengan standarisasi yang ada dengan nilai kontrak akhir berkisar Rp 77 miliar. (KG/WNY)