Siswa di Lima Kecamatan Anambas Sudah Berlakukan BDR

Sekretaris Disdikpora Kabupaten Kepulauan Anambas, Dra. Asiah. (F:ist)

ANAMBAS – Sejak meningkatnya kasus COVID-19 di Anambas bebarapa pekan ini, sejumlah sekolah seperti SD dan SMP di Kabupaten Kepulauan Anambas sudah mulai memberlakukan Belajar Dari Rumah (BDR).

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kepulauan Anambas, Drs. Asiah menjelaskan, bahwa saat ini sekolah-sekolah sudah memberlakukan BDR untuk beberapa wilayah yang terpapar COVID-19 di lima kecamatan.

“Adapun kelima kecamatan itu yakni; Kecamatan Siantan, Siantan Selatan, Siantan Timur, Kute Siantan, dan Palmatak. Kita sudah berlakukan belajar dari rumah sejak diterbitkan surat edaran tertanggal 23 Febuari sampai dengan tanggal 5 Maret ini,” jelasnya, saat dihubungi media ini melalui handphone, Selasa (1/3/2022).

Ia juga mengatakan, untuk tahap pembelajaran BDR sementara ini sampai dengan tanggal 5 Maret, untuk lebih lanjutnya pihaknya masih melihat perkembangan kondisi penyebaran COVID-19.

“Jika nantinya memang masih meningkat maka belajar dari rumah akan ditambahkan. Namun, bila keadaan sudah dalam kategori aman, maka surat edaran akan dicabut, karena mengingat banyak juga guru yang diluar,” kata Asiah.

Asiah juga menyebutkan, untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) masih dilaksanakan di beberapa wilayah yang masih dalam kategori aman dari paparan COVID-19, bahkan untuk tiga Kecamatan di Pulau Letung masih dan Kecamatan Siantan serta Siantan Timur juga masih dalam PTM kecuali yang masih di pulau Siantan tetap melakukan BDR.

“Selain itu, hampir keseluruhan pulau Siantan, seperti Desa Air Bini dan Desa Tiangau yang masuk kecamatan Siantan Selatan, kemudian Desa Temburun yang masuk kecamatan Siantan Timur tetap belajar dari rumah, kecuali Mengkait, Kiabu, Telagak dan Lingai, kita masih berlakukan pembelajaran tatap muka,” sebutnya.

Meski demikian, ia kembali menjelaskan, terkait dengan PTM tersebut tetap mematuhi protokol kesehatan dan proses mengajar juga dibatasi dengan pembagian shif dan pengurangan jam yang dulunya 7 jam sekarang 6 jam pembelajaran serta pembagian siswanya apa bila lebih dari 30 siswa harus dibagi.

“Untuk pengaturan sepenuhnya sudah kita serahkan kepada masing-masing kepala sekolah,” jelasnya.

Asiah juga berharap paparan COVID-19 dengan varian apapun itu cepat berlalu, sehingga proses pembelajaran bisa kembali dengan normal, serta tenaga didik bisa menyampaikan pelajaran dengan sepenuhnya.

“Harapan saya semoga COVID-19 ini cepat berlalu, sehingga proses pembelajaran terhadap anak didik kita bisa belajar secara maksimal,” harapnya.(KG/WNY).