Perusahaan Asal China Tertarik Berinvestasi di Batam

BP Batam menerima kunjungan perusahaan Tianjin Ruixin Technology, Kamis (10/8/2023). (Foto: BP Batam)

BATAM – BP Batam menerima kunjungan perusahaan Tianjin Ruixin Technology, Kamis (10/8/2023). Tianjin Ruixin Technology Co., Ltd. merupakan perusahaan yang berbasis di Tianjin, China.

Perusahaan tersebut bergerak di berbagai bidang teknologi dan manufaktur terkait mobil, elektronik, dan energi.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Marketing Center BP Batam tersebut, perusahaan asal China itu menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Kota Batam.

Kepala Dewan Direksi Tianjin Ruixin Technology, Guo Zhanchang, menyampaikan bahwa penjajakan investasi ini tak terlepas dari keinginan perusahaan untuk berada dekat dengan pelanggan, yang beroperasi di Kota Batam, serta melakukan ekspansi manufaktur diluar Tiongkok.

Sehingga, kata Guo, rencana investasi di Kota Batam dapat membuka peluang kerja sama berkelanjutan dengan Indonesia untuk ke depan.

”Kami berencana untuk memperluas jangkauan produk kami ke seluruh dunia dan kami percaya Batam memiliki lokasi yang sangat strategis. Kami sangat mengharapkan dukungan dan kenyamanan dalam berinvestasi di Batam,” ungkap Zhanchang.

Ia mengatakan, rencana investasi ini akan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama, proses produksi setengah jadi dari Tiongkok menjadi barang jadi. Tahap kedua, mengelolah bahan mentah menjadi barang jadi tersebut akan diproduksi di Batam.

Dalam pertemuan ini, perusahaan asal china ini memperlihatkan komitmennya dengan mengestimasi nilai investasi yang sangat besar.

“Kami berencana untuk memulai investasi di Batam dalam waktu yang relatif singkat, dengan target akhir tahun ini atau tahun depan sudah bisa melakukan pengembangan investasi di Batam,” ungkapnya lagi.

Sementara, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait menyambut baik rencana investasi ini.

Selain itu, Ariastuty juga menjelaskan bahwa Batam mempunyai status yang unik di Indonesia, yakni daerah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) dan Kawasana Ekonomi Khusus (KEK) serta kemudahan fasilitas dan perizinan.

”BP Batam tentunya akan mendukung penuh rencana investasi dari perusahaan asal China. Kami percaya bahwa investasi ini tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi meningkatkan daya saing Batam sebagai Kota Industri,” ujar Ariastuty.

Lebih lanjut, Tuty menyampaikan berbagai informasi yang dibutuhkan bagi investor asal China. Ia juga menyampaikan kondisi ekonomi Batam terkini yang secara positif terus mengalami peningkatan.

“Saat ini BP Batam di bawah kepemimpinan Muhammad Rudi terus mengembangkan promosi investasi dengan sejumlah perusahaan asing, sebagai upaya untuk menarik investasi lebih banyak ke Batam,” pungkas Tuty. KG/red