Akibat Hujan Deras, Jalan di Depan Air Terjun Temburun Rusak Parah

Kondisi Jalan di Depan Air Terjun Temburun yang Rusak Parah. (Foto: kas)

ANAMBAS – Akibat curah hujan deras baru-baru ini, jalan di Desa Temburun, terutama di depan Air Terjun Temburun, mengalami kerusakan parah.

Pantauan di lapangan mengungkap bahwa bagian bawah aspal jalan mengalami erosi, menciptakan kondisi menggantung karena tanah penyangga tergerus oleh air.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRPRKP Kabupaten Kepulauan Anambas, Asep Bambang, merespons cepat situasi ini.

Sebuah tim telah dikerahkan untuk mengevaluasi lokasi dan menghitung biaya yang diperlukan untuk perbaikan jalan.

Asep menegaskan bahwa hasil evaluasi akan segera dilaporkan kepada Kepala Dinas PUPRPRKP untuk memastikan ketersediaan anggaran.

“Terkait kerusakan jalan, kami sudah menurunkan tim untuk mengevaluasi dan mengukur biaya perbaikan. Hal ini juga akan dilaporkan kepada kepala dinas untuk memastikan anggaran tersedia,” ucap Asep pada Rabu (22/11/2023).

Dalam upaya menjaga keselamatan pengguna jalan, Asep juga berencana menyurati Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup (Dishub LH) untuk meminta bantuan pemasangan rambu di jalan tersebut.

Langkah ini diambil agar masyarakat yang melintas dapat lebih waspada terhadap kondisi jalan.

Sementara menunggu perbaikan menyeluruh, pihak terkait akan melakukan penanganan urgensi dengan menimbun sementara bagian bawah jalan.

“Mungkin untuk sementara, kami akan menimbun sisi bawah jalan tersebut sebagai langkah urgensi,” sebut Asep.

Dalam merencanakan perbaikan jangka panjang, Asep juga mengungkapkan niatan untuk membangun jembatan dengan bentangan sekitar 10 meter.

Jembatan ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi terhadap kerusakan jalan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai objek pariwisata.

“Kita akan diskusikan desain pembangunan jembatan bentangan sekitar 10 meter, sekaligus memanfaatkannya sebagai jembatan pariwisata yang sejalan dengan air terjun di lokasi tersebut,” ungkap Asep.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan infrastruktur dan memberikan nilai tambah bagi pengembangan pariwisata di wilayah tersebut. (KG/Kas)