Wamen Viva Yoga Mauladi Ucapkan Terimakasih Atas Dukungan dan Apresiasi DPR Pada Kementrans

Jakarta, – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengucapkan terima kasih atas apresiasi Komisi V DPR kepada Kementerian Transmigrasi (Kementrans) atas capaian serapan APBN TA 2025 yang sesuai saran dan masukan yang telah diberikan. “Capaian anggaran Kementrans per 3 Januari 2026 dalam realisasi keuangan mencapai 86,02%, sedang realisasi fisik mencapai 90,8%”, ujarnya.

Apresiasi itu diberikan oleh Komisi V saat ‘Rapat Evaluasi APBN TA 2025 dan Rencana Program Tahun 2026’. Rapat yang digelar di Ruang Komisi V, Gedung Nusantara, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Senayan, Jakarta, 3/2/2026, itu dihadiri oleh Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, serta Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria dan 25 anggota Komisi V dari berbagai fraksi.

Dalam rapat yang dipimpin secara bergilir dari Ketua Komisi V Lasarus ke Wakil Ketua Komisi V Ridwan Mbae itu, DPR juga memberi dukungan kepada Kementrans dalam program kerja di tahun 2026. “Komisi ini mendukung program Trans Tuntas, Trans Lokal, Trans Patriot, Trans Karya Nusa, dan Trans Gotong Royong”, ujar Viva Yoga. “Dukungan yang diberikan juga dalam anggaran”, tambah mantan Anggota Komisi IV DPR dua periode itu. Menurutnya, DPR berharap program ini mampu mendorong kesejahteraan transmigran dan masyarakat yang mendiami kawasan transmigrasi.

Dukungan politik dan anggaran dari DPR diakui mantan Presidium MN KAHMI itu suatu hal yang penting karena sebagai salah satu faktor kelancaran dalam merealisasikan program-program pembangunan. Diungkap, selama tahun 2025, kementerian yang beralamat di Kalibata, Jakarta, ini telah bekerja keras membangun kawasan transmigrasi.

Dalam membangun kawasan transmigrasi, Kementrans mendorong kabupaten yang memiliki kawasan transmigrasi untuk terus melakukan inovasi dan kreasi dalam mengelola potensi sumber daya alam yang dimiliki. “Kami sering turun langsung ke kawasan-kawasan transmigrasi di mana di sana berbagai potensi di sektor pertanian, perkebunan, perikanan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, ujarnya. Potensi yang ada berkontribusi dalam pembangunan nasional. “Kemarin kita melakukan panen raya di Desa Telang Rejo”, ujarnya. Desa Telang Rejo yang berada di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan merupakan salah satu desa yang berada di Kawasan Transmigrasi Telang. Kawasan ini merupakan penghasil beras terbesar di Indonesia. “Kawasan transmigrasi berkontribusi dalam program swasembada pangan yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto”, paparnya.

Dalam menggali potensi unggulan kawasan transmigrasi yang tersebar di 154 kawasan transmigrasi, Kementrans menurunkan 2.000 peneliti. Dalam program Trans Patriot itu peneliti berasal dari 8 perguruan tinggi unggulan dan 17 perguruaan tinggi daerah. “Melibatkan perguruan tinggi daerah merupakan aspirasi dari anggota Komisi V”, ujarnya. Dalam rapat, para wakil rakyat mendorong agar perguruan tinggi di daerah dilibatkan sebab lokasinya tidak jauh dari kawasan transmigrasi.

Berbagai program Kementrans yakni Trans Tuntas, Trans Lokal, Trans Patriot, Trans Karya Nusa, dan Trans Gotong Royong, yang mampu membuat kementerian ini bertransformasi dilanjutkan di tahun 2026. “Dukungan dan apresiasi dari DPR menunjukan bahwa pembangunan kawasan transmigrasi merupakan tanggung jawab semua komponen bangsa”, ujarnya.