NATUNA – Membangun daerah kepulauan seperti Natuna membutuhkan lebih dari sekadar perencanaan. Dibutuhkan keberanian untuk memperjuangkan setiap kebutuhan daerah hingga ke tingkat pemerintah pusat.
Semangat itulah yang ditunjukkan Bupati Natuna, Cen Sui Lan saat melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kementerian di Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Cen Sui Lan tidak datang sekadar untuk bersilaturahmi. Sejumlah agenda strategis pembangunan Natuna dibawa langsung ke meja pemerintah pusat, mulai dari pengembangan Geopark Natuna, pembangunan sarana dan prasarana olahraga, hingga peningkatan infrastruktur jalan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.
Setelah bertemu dengan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Cen Sui Lan melanjutkan agenda dengan menemui Menteri PPN/Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi Pemkab Natuna untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan daerah sekaligus membuka peluang dukungan pemerintah pusat. Potensi geologi, bentang alam dan kekayaan kawasan Natuna dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat.
Pengembangan Geopark tidak hanya berbicara tentang destinasi wisata. Di dalamnya terdapat peluang untuk menggerakkan UMKM, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat identitas Natuna sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam dan geologi bernilai tinggi.
Karena itu, dukungan pemerintah pusat dinilai penting agar pengembangan potensi tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Natuna diproyeksikan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XI Provinsi Kepulauan Riau tahun 2028. Kesempatan tersebut bukan hanya soal menjadi tuan rumah sebuah ajang olahraga, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kualitas fasilitas olahraga di daerah.
Sarana olahraga yang representatif diharapkan dapat menjadi investasi jangka panjang bagi generasi muda Natuna. Dengan fasilitas yang semakin baik, pembinaan atlet pelajar dapat dilakukan secara lebih optimal dan peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi dari daerah perbatasan semakin terbuka.
Bagi masyarakat, jalan bukan sekadar infrastruktur. Jalan merupakan penghubung aktivitas sehari-hari, dari akses pendidikan dan kesehatan hingga distribusi barang serta pergerakan ekonomi. Kondisi jalan yang semakin baik akan membuat mobilitas masyarakat lebih mudah, distribusi barang lebih lancar dan konektivitas antarwilayah semakin kuat.
Dampaknya diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Sebagai daerah kepulauan yang berada di wilayah perbatasan dan jauh dari pusat pemerintahan, Natuna memiliki tantangan pembangunan yang tidak ringan.
Karena itu, pemerintah daerah dituntut aktif membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah pusat. Langkah Cen Sui Lan mendatangi langsung sejumlah kementerian menunjukkan upaya untuk memastikan berbagai kebutuhan strategis Natuna mendapatkan perhatian dalam agenda pembangunan nasional.
Bagi Pemkab Natuna, pembangunan tidak cukup hanya dibicarakan dari balik meja pemerintahan daerah. Dibutuhkan komunikasi, koordinasi dan perjuangan agar setiap usulan memiliki peluang untuk diwujudkan.
Dari satu kementerian ke kementerian lainnya, agenda pembangunan terus diperjuangkan. Geopark untuk pariwisata, fasilitas olahraga untuk generasi muda dan jalan untuk memperkuat konektivitas serta ekonomi masyarakat.
Semua bermuara pada satu tujuan: membawa Natuna bergerak lebih maju dan memastikan masyarakat di wilayah perbatasan ikut merasakan manfaat pembangunan nasional. Bagi Cen Sui Lan setiap pintu pemerintah pusat adalah peluang. Dan setiap peluang pembangunan harus diperjuangkan untuk Natuna. (KG/IK)
