13/08/2026
IMG_20260813_113219

JAKARTA, – Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Indonesia mengapresiasi respons cepat Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta dalam memberikan solusi pendidikan bagi tiga anak penyandang disabilitas, Noval Bima Hakim, Rafi Afzal Maulana, dan Jennifer, yang sebelumnya mengalami kendala memperoleh pendidikan pada jenjang SMP.

Ketua Umum RPA Indonesia Jeannie Latumahina menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta serta seluruh tim DPP RPA Indonesia yang bergerak cepat melakukan pendampingan dan mediasi setelah menerima laporan dari orang tua ketiga anak tersebut. Tim RPA Indonesia yang terlibat yaitu Roy Sairlela, Wakil Ketua I DPP RPA Indonesia Bidang Organisasi; Paulus Tutuarima, Wakil Ketua III DPP RPA Indonesia; serta Yusuf Pradika, Desi Balubun, Zidan, Marnih, dan Yeyen, selaku Wakil Ketua DPP RPA Indonesia lainnya. Apresiasi juga disampaikan kepada mahasiswa magang Nia Hamida Ramdani, Cassie Maryjanice Virginia, dan Muhammad Taufik Ramdhan Bagaskara.

Sebelumnya, ketiga anak tersebut mengalami kendala memperoleh sekolah karena kuota bagi keluarga kurang mampu di sekolah yang dituju telah terpenuhi. RPA Indonesia kemudian melakukan koordinasi, pendampingan, dan audiensi dengan pihak sekolah serta Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta untuk mencari solusi.

Pertemuan lanjutan dilaksanakan Rabu, 12 Agustus 2026, pukul 10.00 WIB hingga selesai, di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Pertemuan dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepala Bidang PAUD, Kepala Bidang SMP, Kepala SLBN 7, Kepala SLB Bina Karya Insani, serta jajaran dan staf terkait. Dari DPP RPA Indonesia hadir Roy Sairlela, Paulus Tutuarima, serta mahasiswa magang Cassie Maryjanice Virginia, Nia Hamida Ramdani, dan Muhammad Taufik Ramdhan Bagaskara.

Dalam pertemuan tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta memberikan pilihan sekolah gratis. Untuk Noval Bima Hakim dan Rafi Afzal Maulana, tersedia pilihan SLB Krisna Murti Jakarta Selatan atau SLB Karya Mulya Jakarta Timur, dengan masing-masing satu kuota.

Untuk Jennifer, karena proses SPMB telah selesai dan berdasarkan hasil verifikasi serta asesmen di SLB Bina Karya Insani, untuk sementara Jennifer akan ditempatkan di SKB 13 dengan pembelajaran secara daring dan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhannya. Selanjutnya, Jennifer akan diupayakan untuk dimutasi ke SMP inklusi atau SMPLB yang ditargetkan sekitar Desember 2026.

Roy Sairlela, Wakil Ketua I DPP RPA Indonesia Bidang Organisasi, menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan meminta RPA Indonesia segera menyerahkan data lengkap ketiga anak untuk ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan sekolah. Untuk proses administrasi serta tindak lanjut mutasi Jennifer, RPA Indonesia akan berkoordinasi dengan Ibu Fitrianti.

Setelah berdiskusi dengan keluarga, Noval Bima Hakim dan Rafi Afzal Maulana diharapkan dapat bersekolah di SLB Karya Mulya, Rawa Kuning, Cakung, Jakarta Timur. Pilihan tersebut mempertimbangkan akses transportasi yang dinilai lebih mudah bagi kedua anak berkebutuhan khusus dibandingkan apabila harus bersekolah di Jakarta Selatan.

Roy Sairlela menegaskan bahwa RPA Indonesia berharap persoalan serupa tidak kembali dialami anak-anak lainnya di Indonesia. Paulus Tutuarima, Wakil Ketua III DPP RPA Indonesia, juga mengapresiasi Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta yang telah merespons persoalan ini dengan cepat dan membuka jalan bagi Noval, Rafi, dan Jennifer untuk memperoleh akses pendidikan.

RPA Indonesia menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak konstitusional setiap anak dan harus dijamin tanpa diskriminasi, termasuk bagi anak penyandang disabilitas dan anak dari keluarga kurang mampu.

Jeannie Latumahina, Ketua Umum RPA Indonesia, menegaskan:

«“Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan. Tidak boleh ada anak yang kehilangan hak pendidikannya karena disabilitas, keterbatasan ekonomi, maupun kendala administrasi.”»

RPA Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak pendidikan perempuan dan anak serta memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan yang layak.