NATUNA – Suara masyarakat menjadi perhatian serius Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Mustamin Bakri dan Daeng Amhar. Keduanya kembali turun langsung ke tengah masyarakat untuk mendengar sekaligus menyerap berbagai aspirasi yang berkembang di daerah pemilihan Natuna–Anambas.
Melalui Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026, Mustamin Bakri dan Daeng Amhar berdialog langsung dengan masyarakat Desa Batu Gajah, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Rabu (12/8/2026) sore.
Pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Di hadapan para legislator, masyarakat menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai penting untuk mendukung peningkatan kesejahteraan dan percepatan pembangunan desa.
Antusiasme warga mendapat apresiasi dari Mustamin Bakri. Ia menilai kehadiran masyarakat dalam kegiatan reses menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap arah pembangunan di daerahnya.
“Luar biasa masyarakat Batu Gajah hari ini, cukup antusias. Terima kasih banyak atas kehadiran bapak dan ibu sekalian,” ujar Mustamin.
Menurutnya, reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk mendengar langsung kondisi masyarakat, sekaligus mengetahui persoalan yang mungkin belum sepenuhnya tersampaikan melalui jalur pemerintahan.
Karena itu, setiap masukan yang diterima akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan dalam memperjuangkan program pembangunan sesuai kewenangan DPRD Provinsi Kepri.
Sementara itu, Daeng Amhar menegaskan bahwa aspirasi masyarakat tidak boleh berhenti hanya pada forum reses. Setiap usulan akan dicatat, dirumuskan, kemudian diperjuangkan melalui mekanisme pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Kepri.
“Kami di sini siap menampung seluruh aspirasi masyarakat setempat. Dari penyampaian dan usulan bapak-ibu hari ini, nantinya akan kami rumuskan, kami bawa, dan diperjuangkan di tingkat provinsi agar bisa direalisasikan,” tegas Daeng Amhar.
Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan menjadi perhatian masyarakat. Di antaranya kebutuhan peningkatan infrastruktur jalan, dukungan fasilitas bagi nelayan dan sektor pertanian, hingga bantuan yang dapat mendorong pemberdayaan serta penguatan ekonomi masyarakat.
Bagi masyarakat Batu Gajah, berbagai kebutuhan tersebut bukan sekadar usulan pembangunan, tetapi berkaitan langsung dengan aktivitas dan kehidupan sehari-hari.
Aspirasi itu selanjutnya diharapkan dapat menjadi bahan perjuangan dalam penyusunan program pembangunan Provinsi Kepri dengan mempertimbangkan skala prioritas serta kemampuan anggaran daerah.
Mustamin Bakri dan Daeng Amhar juga mengajak masyarakat untuk terus membangun komunikasi dan mengawal bersama setiap aspirasi yang telah disampaikan.
Menurut keduanya, keberhasilan pembangunan membutuhkan sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, pemerintah daerah dan DPRD. Dengan komunikasi yang kuat, berbagai kebutuhan masyarakat diharapkan dapat lebih mudah diperjuangkan hingga tingkat provinsi.
Kegiatan reses di Desa Batu Gajah sekaligus mempertegas pentingnya perhatian terhadap pembangunan di Natuna sebagai salah satu wilayah perbatasan Indonesia.
Pembangunan infrastruktur, penguatan sektor pertanian dan perikanan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi daerah perbatasan.
Hasil reses tersebut akan menjadi bagian dari bahan perjuangan Mustamin Bakri dan Daeng Amhar dalam pembahasan program serta anggaran di tingkat Provinsi Kepri.
Masyarakat pun berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat berlanjut menjadi program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Dengan turun langsung mendengar suara masyarakat, reses di Batu Gajah menjadi pengingat bahwa pembangunan yang kuat berawal dari keberanian mendengar kebutuhan masyarakat dan kesungguhan mengawal aspirasi hingga menjadi kebijakan. (KG/IK)
