07/08/2026
IMG-20260807-WA0014

NATUNA – Program revitalisasi 107 satuan pendidikan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada 2026 diperkuat dengan keterlibatan tim konsultan profesional untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai standar, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran.

Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat dan berada di wilayah terpencil serta kawasan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Ketua Pelaksana Tim Konsultan Revitalisasi Sekolah Tahun 2026, Mariyo, ST, mengatakan tim yang dibentuk terdiri dari tenaga profesional berpengalaman di bidang perencanaan, pengawasan konstruksi, hingga pendampingan proyek pembangunan pendidikan.

Menurutnya, kehadiran tim konsultan tidak hanya berperan dalam aspek administrasi, tetapi juga melakukan pengawasan teknis secara langsung di lapangan agar setiap tahapan pekerjaan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

“Tim konsultan tidak hanya memberikan pendampingan secara administratif, tetapi juga melakukan pengawasan teknis di lapangan agar kualitas pembangunan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,” ujar Mariyo.

Ia menjelaskan, pendampingan dilakukan secara menyeluruh sejak tahap awal, mulai dari verifikasi kondisi sekolah, penyusunan dokumen teknis, pelaksanaan pekerjaan konstruksi, hingga proses serah terima hasil pembangunan.

Dengan pengalaman teknis yang dimiliki para konsultan, berbagai potensi kendala di lapangan diharapkan dapat diidentifikasi dan diselesaikan lebih awal sehingga pelaksanaan revitalisasi berlangsung lebih efektif dan efisien.

Program revitalisasi sekolah tahun 2026 di Kepulauan Riau mencakup 107 satuan pendidikan dengan total anggaran sekitar Rp97 miliar. Program ini memprioritaskan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat, terutama yang berada di daerah terpencil dan wilayah perbatasan.

Revitalisasi mencakup pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, ruang praktik, laboratorium, serta fasilitas penunjang seperti toilet, guna menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

Mariyo menegaskan, keberhasilan program revitalisasi tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas bangunan yang mampu dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh peserta didik dan tenaga pendidik.

“Dengan kolaborasi antara pemerintah, pihak sekolah, pelaksana konstruksi, dan tim konsultan, kami optimistis program revitalisasi sekolah tahun 2026 dapat berjalan dengan baik serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kepulauan Riau,” tutupnya. (KG/IK)