13/08/2026
IMG-20260812-WA0002

NATUNA – Menjadi prajurit perempuan bukan sekadar menjalankan tugas kedinasan. Di tengah perubahan teknologi, modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), hingga dinamika sosial yang terus berkembang, Wanita TNI Angkatan Udara (Wara) dituntut semakin profesional, tangguh, disiplin dan berintegritas.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan video conference (vicon) pembekalan bagi Wara yang diikuti Wara Lanud Raden Sadjad (RSA), Selasa (11/8/2026). Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Mako Lanud RSA, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Komandan Lanud Raden Sadjad, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., turut mengikuti kegiatan bersama jajaran Wara Lanud RSA.

Pembekalan menghadirkan sejumlah pejabat utama TNI Angkatan Udara yang memberikan perhatian terhadap berbagai tantangan yang dihadapi prajurit perempuan dalam perkembangan organisasi TNI AU.

Mulai dari transformasi organisasi, modernisasi alutsista, revolusi digital, perubahan sosial budaya, hingga dinamika pelaksanaan tugas menjadi bagian penting yang harus dipahami setiap prajurit.

Aspers Kasau Marsda TNI Yostariza, S.E., M.Tr. Opsla., menegaskan bahwa menjadi Wara merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang diperoleh melalui proses seleksi dan kompetisi yang tidak mudah.

Karena itu, Wara dituntut tidak hanya mampu menjalankan tugas secara profesional, tetapi juga menjadi teladan dalam hal disiplin, integritas, tanggung jawab dan kehormatan sebagai prajurit TNI AU.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberadaan Wara memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan organisasi sekaligus menjawab tuntutan tugas yang semakin kompleks.

Sementara itu, Danpuspomau Marsda TNI Daan Sulfi, S.Sos., M.Si., M.Han., menyoroti pentingnya peran Wara dalam mendukung tugas operasional maupun administrasi TNI AU.

Menurutnya, kepatuhan terhadap hukum dan disiplin merupakan fondasi penting dalam menjaga moril satuan, membangun kepercayaan masyarakat, serta memastikan kesiapan organisasi dalam melaksanakan setiap tugas.

Tak hanya soal profesionalisme dan kedisiplinan, aspek pembinaan mental serta lingkungan kerja juga menjadi perhatian.

Kadispsiau Marsma TNI Theresia Soepi S., M.Si., Psi., mengingatkan pentingnya kemampuan mengendalikan emosi dan membangun lingkungan organisasi yang sehat.

Lingkungan kerja yang sehat dinilai menjadi salah satu kunci dalam menciptakan suasana kedinasan yang aman, nyaman dan profesional sekaligus mencegah munculnya perilaku kekerasan di lingkungan organisasi.

Di sisi lain, Kadiskumau Marsma TNI Dr. Lidia Rina Dyahtaryani, S.H., M.H., C.I.A., menekankan pentingnya pemahaman terhadap hukum dan disiplin bagi seluruh prajurit.

Pemahaman hukum menjadi bekal penting agar setiap personel mampu mengambil keputusan dan menjalankan tugas secara tepat, bertanggung jawab, serta tetap berada dalam koridor aturan yang berlaku.

Bagi Wara Lanud Raden Sadjad, pembekalan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas diri sekaligus meneguhkan komitmen dalam menjalankan tugas di wilayah perbatasan Indonesia.

Di tengah posisi Natuna sebagai salah satu wilayah strategis dan terdepan Indonesia, profesionalisme setiap prajurit menjadi bagian penting dalam menjaga kesiapan organisasi TNI AU.

Melalui pembekalan ini, Wara Lanud RSA diharapkan semakin siap menghadapi tantangan zaman, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan organisasi, serta terus memberikan kontribusi terbaik bagi TNI Angkatan Udara dan bangsa Indonesia.

Profesional dalam bertugas, disiplin dalam bersikap dan berintegritas dalam setiap pengabdian menjadi nilai penting yang terus ditanamkan kepada Wara sebagai bagian dari kekuatan TNI AU. ( KG/IK)