LINGGA – Sikap berbeda ditunjukkan BS Squad setelah menjuarai Turnamen Bola Voli Merawang Cup III. Klub yang dimotori Safaruddin itu memilih mengembalikan piala Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, lengkap dengan piagam, medali, serta bonus tambahan Rp3 juta dari bantuan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kepri.
Keputusan tersebut bukan sekadar soal piala. Di balik pengembalian penghargaan itu, terselip kekecewaan terhadap polemik komunikasi yang terjadi. BS Squad pun mengambil sikap tegas: mengembalikan penghargaan yang mengatasnamakan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, tetapi tetap menerima trofi Merawang Cup III yang disiapkan panitia sebagai pengganti.
Pernyataan keras disampaikan Safaruddin. Ia mempertanyakan penggunaan nama kepala daerah dalam penghargaan turnamen yang penyelenggaraannya melibatkan kerja keras panitia dan dukungan masyarakat.
“Jangan gara-gara Rp45 juta dipotong pajak, semuanya bisa mengatasnamakan Gubernur dan Wakil Gubernur. Kalau piala Gubernur, mungkin tidak akan seperti ini. Tidak mungkin masyarakat bersusah payah mencari uang dari tiket masuk dan sumber lainnya kalau akhirnya muncul persoalan seperti ini,” tegas Safaruddin.
Ia bahkan menyarankan agar Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri membuat piala tersendiri apabila penghargaan tersebut memang hendak diberikan atas nama pimpinan daerah.
“Silakan Gubernur dan Wakil Gubernur buat piala sendiri. Jangan mencampuradukkan kegiatan yang sudah menjadi rutinitas. Kami yakin Pak Gubernur pasti tidak tahu apa yang dibuat oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kepri tersebut,” ujarnya.
Meski melontarkan kritik tajam, Safaruddin menegaskan bahwa BS Squad tidak menyalahkan panitia Merawang Cup III. Menurutnya, panitia telah bekerja keras sejak tahap persiapan hingga turnamen selesai.
“Kami tidak menyalahkan panitia. Kami justru sangat mengapresiasi kerja keras mereka. Sejak awal persiapan hingga turnamen berlangsung, semuanya sudah berjalan dengan baik,” katanya.
Kembalikan Penghargaan, Pertahankan Trofi Merawang Cup III
Pengembalian penghargaan tersebut dilakukan dalam pertemuan di Kantor BPD Desa Merawang, Jumat (9/10/2026).
Pertemuan itu dihadiri Ketua Panitia Merawang Cup III, Mus Mulyadi, Sekretaris Desa Merawang, sejumlah anggota panitia, serta Safaruddin yang didampingi pelatih BS Squad, Ruslan alias Jagad.
Dalam pertemuan tersebut, BS Squad menyerahkan kembali piala Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, piagam, medali, serta bonus tambahan Rp3 juta yang berasal dari bantuan Dispora Provinsi Kepri.
Sebagai bagian dari penyelesaian persoalan, panitia menyiapkan trofi dan medali pengganti khusus untuk juara Merawang Cup III. Penghargaan tersebut kemudian diserahkan dan diterima langsung oleh BS Squad.
Safaruddin berharap persoalan yang terjadi tidak merusak hubungan baik antara klub, panitia, dan masyarakat. Ia juga membuka peluang agar turnamen serupa dapat kembali digelar dengan skala yang lebih besar.
“Kami sudah menyikapi persoalan ini dan tidak sedikit pun menyalahkan panitia. Mudah-mudahan ke depannya kita bisa menggelar turnamen yang lebih besar lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Mus Mulyadi menyampaikan terima kasih kepada BS Squad atas sikap yang diambil. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas persoalan komunikasi yang terjadi.
Kemenangan Bukan Sekadar Piala
Keputusan BS Squad mengembalikan penghargaan tersebut menjadi sorotan tersendiri. Sebagai juara, klub itu sebenarnya memiliki kesempatan mempertahankan seluruh hadiah yang diterima. Namun, mereka memilih membawa pulang trofi Merawang Cup III dan menyerahkan kembali penghargaan yang mengatasnamakan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri.
Sikap tersebut sekaligus membuka ruang evaluasi bagi penyelenggaraan turnamen, terutama terkait komunikasi, transparansi penggunaan bantuan, dan kejelasan mekanisme pemberian penghargaan.
Sebab, sebuah turnamen bukan hanya tentang siapa yang keluar sebagai juara atau siapa yang membawa pulang piala. Kepercayaan peserta, kerja keras panitia, dukungan masyarakat, serta kejelasan tanggung jawab setiap pihak juga menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan.
Bagi BS Squad, kemenangan di lapangan telah mereka raih. Kini, mereka memilih mempertahankan trofi Merawang Cup III sebagai simbol prestasi, sembari menyerahkan kembali penghargaan lainnya di tengah polemik yang terjadi. (kg/AS)
