NATUNA — Ketua Fraksi DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Marzuki, S.H., turun langsung menemui masyarakat dalam agenda Reses Masa Sidang III Tahun Sidang 2025–2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Senin (10/8/2026).
Kehadiran Marzuki disambut hangat Lurah Ranai Darat, Era Juein Marisa, bersama masyarakat yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Dalam sambutannya, Era menyampaikan apresiasi atas kehadiran Marzuki di tengah masyarakat. Ia berharap momentum reses dapat dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, terutama terkait kebutuhan pembangunan di Kelurahan Ranai Darat.
“Kehadiran Bapak Marzuki di tengah-tengah masyarakat tentu menjadi kesempatan bagi kita untuk menyampaikan berbagai usulan. Silakan bapak dan ibu menyampaikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat maupun pembangunan di kelurahan kita,” ujar Era.
Menurut Era, Marzuki selama ini dinilai memiliki perhatian terhadap kegiatan dan kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. Karena itu, ia berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat dapat terus terjalin.
Sementara itu, Marzuki dalam sambutan mengatakan, kegiatan reses merupakan salah satu ruang penting yang diberikan kepada anggota DPRD untuk turun langsung menemui konstituen sekaligus mendengarkan persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Reses ini merupakan ruang yang diberikan kepada kami sebagai anggota DPRD, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, untuk bertemu langsung dengan masyarakat. Dari sini kami bisa mengetahui apa yang menjadi persoalan dan kebutuhan masyarakat di daerah,” kata Marzuki.
Ia menjelaskan, sebagai anggota DPRD Provinsi Kepri dari daerah pemilihan Natuna-Anambas, dirinya memiliki tanggung jawab untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat di wilayah tersebut.
Marzuki menegaskan, reses bukan sekadar agenda formal DPRD, tetapi menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi dua arah antara masyarakat dan wakil rakyat.
“Memang kehadiran kami di sini bukan hanya untuk menyampaikan program, tetapi yang paling penting adalah mendengar apa yang ingin disampaikan masyarakat. Aspirasi tersebut nantinya menjadi bahan bagi kami untuk diperjuangkan sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran pemerintah daerah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Marzuki juga mengapresiasi masyarakat Kelurahan Ranai Darat yang telah hadir dan mengikuti kegiatan reses. Ia berharap pertemuan tersebut menghasilkan berbagai masukan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah harus dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Karena itu, masukan dari masyarakat menjadi salah satu bahan penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
“Bapak dan ibu sekalian, manfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan apa saja yang menjadi kebutuhan di lingkungan masing-masing. Jangan ragu menyampaikan aspirasi, karena tugas kami adalah mendengar dan memperjuangkannya sesuai dengan mekanisme yang ada,” katanya.
Marzuki menambahkan, agenda reses di Natuna akan terus dilaksanakan dengan menyesuaikan jadwal dan kondisi di lapangan. Ia berharap seluruh aspirasi masyarakat yang dihimpun selama masa reses dapat menjadi bahan pembahasan dalam penyusunan program pembangunan Provinsi Kepulauan Riau.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dengan pemerintah maupun wakil rakyat sehingga berbagai persoalan di tingkat kelurahan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi.
“Intinya, kami ingin hadir di tengah masyarakat. Apa yang menjadi persoalan dan kebutuhan masyarakat akan kami catat dan kita lihat bersama bagaimana solusinya serta sejauh mana kewenangan pemerintah provinsi untuk menindaklanjutinya,” pungkas Marzuki. (KG/IK)
