02/11/2026
IMG-20261102-WA0015

NATUNA – Polres Natuna memperkuat upaya pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan melalui Program Kapolri Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK). Kali ini, edukasi menyasar siswa-siswi MTsN 2 Natuna, Senin (2/11/2026), guna membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan bebas dari kekerasan.

Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Effendie memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia didampingi Kasat Binmas Polres Natuna IPTU L. Agus Salim Marpaung, IPDA Darwinsyah L., serta personel Satbinmas dan Satlantas Polres Natuna.

Kedatangan rombongan disambut Kepala MTsN 2 Natuna, Hadiatus Sa’adah, bersama para guru dan siswa.

Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan, mulai dari kekerasan fisik, ejekan atau hinaan secara verbal, pengucilan dalam pergaulan, hingga perundungan melalui media sosial atau cyberbullying.

Edukasi ini menekankan bahwa perundungan bukan sekadar candaan antarteman. Perilaku tersebut dapat berdampak serius terhadap kondisi fisik dan psikologis korban, sekaligus mengganggu proses belajar serta perkembangan siswa di sekolah.

Melalui pendekatan edukatif dan humanis, Kapolres Natuna bersama personel mengajak para pelajar membangun pergaulan yang sehat, saling menghormati, menghargai perbedaan, dan tidak menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan persoalan.

Para siswa juga diimbau tidak takut melaporkan tindakan perundungan kepada guru maupun pihak kepolisian apabila mengalami atau mengetahui kejadian serupa.

Selain mencegah diri sendiri melakukan perundungan, para pelajar didorong menjadi pelopor anti-bullying dengan menunjukkan kepedulian terhadap teman yang menjadi korban serta tidak membiarkan tindakan tersebut dianggap sebagai hal yang wajar.

Polres Natuna berharap edukasi ini dapat menumbuhkan keberanian siswa untuk menolak perundungan dan menciptakan lingkungan pergaulan yang lebih positif.

“Program POLIDIK menjadi salah satu bentuk dukungan Polres Natuna terhadap dunia pendidikan. Kehadiran kepolisian di sekolah tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga mencakup upaya pencegahan, pembinaan karakter, serta penanaman kesadaran hukum sejak dini,” ungkap Kapolres.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Natuna mendorong terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman bagi seluruh siswa untuk belajar, mengembangkan potensi, dan meraih cita-cita tanpa rasa takut terhadap perundungan.

Polri Bersama Masyarakat, mewujudkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan berani menolak segala bentuk perundungan. (KG/IK)