NATUNA – Pemerintah Kabupaten Natuna terus memperkuat langkah nyata dalam menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor, Pemkab Natuna menggelar rapat persiapan pelaksanaan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting yang dipadukan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai upaya mempercepat lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Natuna, Selasa (4/8/2026), dipimpin langsung Kepala Bapperida Kabupaten Natuna, Perida Moestofa Albakry, S.E., M.A.P. Turut hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah, S.K.M., jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam percepatan penurunan stunting.
Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Gubernur Kepulauan Riau Nomor B/400.7.13/48/DINKES-SET/2026 tentang Pelaksanaan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam arahannya, Perida menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada solidnya koordinasi seluruh perangkat daerah, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.
“Koordinasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan intervensi serentak ini. Seluruh pihak harus memiliki pemahaman dan langkah yang sama agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” tegasnya.
Menurutnya, intervensi serentak bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan langkah strategis untuk mendeteksi sejak dini masalah gizi, memberikan penanganan yang cepat dan tepat kepada kelompok sasaran, memperkuat edukasi kepada masyarakat, serta memastikan seluruh program pencegahan stunting berjalan secara terintegrasi sesuai arahan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah, menjelaskan bahwa pelaksanaan intervensi serentak akan diintegrasikan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Sinergi kedua program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan sekaligus memperkuat deteksi dini berbagai risiko penyakit.
Ia menjelaskan, intervensi ini akan difokuskan kepada tiga kelompok prioritas, yakni calon pengantin, ibu hamil, dan balita. Ketiga kelompok tersebut menjadi sasaran utama karena memiliki peran penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting.
Dalam rapat tersebut juga dipaparkan sepuluh arahan Kementerian Dalam Negeri sebagai pedoman pelaksanaan di daerah. Di antaranya memastikan pendataan calon pengantin, ibu hamil, dan balita berjalan optimal, memperkuat pendampingan melalui posyandu, menyediakan alat antropometri yang terstandar, meningkatkan kapasitas kader posyandu, memberikan makanan tambahan berbasis pangan lokal bagi sasaran yang mengalami masalah gizi, melakukan edukasi berkelanjutan, hingga memastikan hasil pelayanan tercatat dalam sistem informasi kesehatan secara cepat dan akurat.
Selain itu, pemerintah juga akan mengoptimalkan Program Cek Kesehatan Gratis yang menjangkau seluruh kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir, balita, anak-anak, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia. Program ini diharapkan mampu mendeteksi berbagai faktor risiko kesehatan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (PIKP) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna menyampaikan komitmen penuh dalam mendukung keberhasilan program melalui penyebarluasan informasi yang edukatif dan mudah dipahami masyarakat.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui publikasi berita, penyusunan infografis, pembuatan flyer, konten media sosial, serta berbagai materi komunikasi publik lainnya. Diskominfo juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk terus memperkuat koordinasi agar setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menutup rapat, Perida kembali mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama menyukseskan program nasional percepatan penurunan stunting. Menurutnya, keterlibatan aktif pemerintah kecamatan, desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga masyarakat menjadi faktor utama dalam mewujudkan target penurunan stunting secara berkelanjutan.
Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Pemerintah Kabupaten Natuna optimistis pelaksanaan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting dan Program Cek Kesehatan Gratis akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, sekaligus menjadi investasi penting dalam mencetak generasi emas Indonesia yang sehat, produktif dan berdaya saing. (KG/IK)
