NATUNA – Bupati Natuna, Cen Sui Lan menegaskan komitmennya memastikan ketersediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat sekaligus mencegah terjadinya kelangkaan barang dan tekanan inflasi di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.
Hal tersebut disampaikan, Cen Sui Lan saat diwawancarai, Senin (21/9/2026). Ia mengatakan pemerintah daerah harus hadir karena ketersediaan bahan kebutuhan masyarakat menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Kita harus hadir untuk masyarakat Natuna, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kita tidak mau muncul inflasi, kekurangan atau kelangkaan barang-barang,” ujar Cen Sui Lan.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Natuna tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat pasokan kebutuhan pokok. Salah satunya dengan melakukan koordinasi ke pemerintah pusat.
Cen Sui Lan menyebut dirinya akan menghadap Menteri Koordinator Bidang Pangan untuk membahas tindak lanjut terkait penguatan pasokan dan distribusi kebutuhan masyarakat Natuna.
Selain bahan pangan, perhatian juga diberikan terhadap ketersediaan LPG. Bupati mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) untuk mendorong penambahan agen LPG di Natuna.
“Kita mengharapkan ada agen-agen yang lebih banyak di Natuna. Pengusaha boleh mengajukan menjadi agen LPG dan pemerintah daerah akan membantu,” katanya.
Langkah tersebut, lanjut Cen Sui Lan, dilakukan untuk memperluas distribusi LPG sekaligus mencegah terjadinya monopoli yang berpotensi mengganggu ketersediaan gas bagi masyarakat.
“Kita tidak mau ada monopoli dan kita mau supaya tidak ada kelangkaan gas LPG untuk Natuna,” tegasnya.
Minyak Goreng HET Rp15.700 Segera Masuk Natuna. Selain LPG, ketersediaan minyak goreng juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Natuna.
Cen Sui Lan mengatakan minyak goreng dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp15.700 per liter saat ini dalam proses distribusi dan telah berada di Kabupaten Kepulauan Anambas untuk tahapan bongkar muat.
“Minyak kita dengan HET Rp15.700 akan segera sampai. Sekarang masih di Anambas,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya distribusi minyak goreng tersebut hanya direncanakan sampai Tanjungpinang. Kondisi itu dinilai dapat membuat biaya distribusi menuju Natuna semakin tinggi karena membutuhkan tambahan transportasi.
“Kalau sampai di Tanjungpinang, kita harus mengeluarkan transportasi lagi. Pengusaha tidak sanggup, nanti HET-nya tinggi,” jelas Cen Sui Lan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Natuna mengusulkan agar jalur distribusi diperpanjang hingga wilayah yang lebih dekat dengan Natuna. Usulan tersebut kini telah disetujui dan distribusi dilakukan hingga Anambas.
“Sudah kita propose dan sudah disetujui. Saat ini sampai di Anambas lagi bongkar muat. Sebentar lagi masyarakat Natuna bisa menikmati minyak kita dengan HET sesuai harga HET,” pungkasnya. (KG/IK)
