18/09/2026
IMG-20260918-WA0012

NATUNA – Di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Natuna tetap berupaya hadir membantu masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 773 penerima menjadi sasaran bantuan tersebut, terdiri dari 650 lansia dan 123 keluarga dalam kategori kemiskinan ekstrem.

Bupati Natuna, Cen Sui Lan menyerahkan secara simbolis Bantuan Sosial bagi Keluarga Miskin Ekstrem dan Bantuan bagi Lanjut Usia (Lansia) Tahap II Tahun 2026 di Kantor Pos Ranai, Jalan Datok Kaya Wan Muhammad Benteng, Jumat (18/9/2026).

Bupati Natuna, Cen Sui Lan mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa membantu perekonomian keluarga,” ujar Cen.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan dana bantuan secara bijak dan mengutamakannya untuk kebutuhan penting. “Dana ini dipergunakan baik-baik. Jangan dipergunakan untuk hal-hal lain yang tidak perlu,” pesannya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Natuna, Puryanti menyampaikan bantuan tahap kedua tahun 2026 diberikan kepada dua kelompok penerima, yakni masyarakat lanjut usia dan keluarga yang masuk kategori kemiskinan ekstrem. Untuk bantuan lansia, penerima merupakan warga yang telah berusia 60 tahun ke atas.

Cen sempat mencairkan suasana dengan gurauan saat menyampaikan sambutan.

“Kalau mau jadi lansia, cepat-cepat rayakan ulang tahun,” ujarnya, disambut tawa para penerima dan tamu undangan.

Namun di balik candaan tersebut, perhatian terhadap lansia tetap menjadi hal penting. Seiring bertambahnya usia, sebagian warga menghadapi keterbatasan dalam bekerja dan memperoleh penghasilan. Karena itu, bantuan sosial diharapkan dapat menjadi penopang untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

123 Keluarga masih masuk kemiskinan ekstrem, Sementara untuk kategori kemiskinan ekstrem, sebanyak 123 keluarga menerima bantuan. Penerima tersebar di sejumlah kecamatan. Data Dinas Sosial mencatat 28 keluarga di Kecamatan Midai, 27 keluarga di Bunguran Barat dan 14 keluarga di Subi. Sedangkan Kecamatan Bunguran Tengah dan Suak Midai tidak tercatat memiliki penerima bantuan dalam kategori kemiskinan ekstrem.

Bagi Cen Sui Lan, angka tersebut bukan sekadar data. Di balik setiap penerima terdapat keluarga yang membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah. Karena itu, ia berharap ke depan tidak ada lagi masyarakat Natuna yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem.

“Saya berharap tidak ada lagi kemiskinan ekstrem,” kata Cen.

Rp1,2 Juta selama enam bulan pada tahap kedua tahun 2026, bantuan diberikan sebesar Rp200 ribu per bulan selama enam bulan, sehingga total bantuan yang diterima masing-masing penerima mencapai Rp1,2 juta.

Pemkab Natuna juga membuka kemungkinan adanya penyaluran tahap ketiga apabila kondisi keuangan daerah memungkinkan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan bantuan sosial tetap harus disesuaikan dengan kemampuan APBD.

Namun, keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk mengabaikan masyarakat yang berada dalam kondisi rentan. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bantalan bagi keluarga penerima, terutama untuk memenuhi kebutuhan yang paling mendesak.

Bantuan Blbukan akhir perjuangan, Cen menyadari bahwa bantuan tunai tidak akan menyelesaikan seluruh persoalan kemiskinan. Kemiskinan berkaitan dengan banyak hal, mulai dari pekerjaan, pendapatan, pangan, kesehatan, pendidikan hingga kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan dasar.

Karena itu, bantuan sosial perlu berjalan beriringan dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat agar keluarga penerima perlahan dapat meningkatkan kesejahteraannya. Bagi lansia, perhatian dapat diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar dan perlindungan sosial.

Sementara bagi keluarga miskin ekstrem, dukungan perlu diarahkan agar mereka memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi dan keluar dari kondisi rentan. Penyaluran bantuan di Kantor Pos Ranai pun bukan sekadar seremoni.

Bagi pemerintah, ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap angka penerima terdapat kehidupan masyarakat yang harus diperhatikan. Sedangkan bagi 650 lansia dan 123 keluarga penerima bantuan, Rp1,2 juta yang diterima bukan sekadar angka, melainkan tambahan dukungan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu mudah.

Pemerintah Kabupaten Natuna berharap bantuan tersebut benar-benar digunakan untuk kebutuhan prioritas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima. (KG/IK)