NATUNA – Kiprah tenaga medis Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Kepala Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Yuniati Wisma Karyani Lanud Raden Sadjad Natuna, Letkol Kes dr. Dwi Indra Darmawan, M.Kes., Sp.OT., Subsp.P.L (K) Hip & Knee, dipercaya menjadi salah satu narasumber dalam Academic Conference South East Asia Hip & Knee Surgeon yang digelar di Hilton Bali Resort.
Kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa kompetensi dokter TNI AU tidak hanya berkontribusi dalam pelayanan kesehatan nasional, tetapi juga mampu mengambil peran strategis di forum ilmiah internasional.
Konferensi bergengsi bertajuk “Standard & Excellence: Advanced Surgical Solutions for Challenging Total Joint Arthroplasty Scenarios” itu berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 melalui rangkaian simposium, seminar ilmiah dan diskusi kasus. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan workshop pada 3–4 Agustus 2026.
Forum tersebut mendapat dukungan dari Wuhan Union Hospital, China, dan Universitas Hasanuddin, serta diikuti ratusan dokter spesialis bedah ortopedi dari berbagai negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam dan China. Konferensi ini menjadi wadah bertukar pengalaman, memperkenalkan inovasi, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pengembangan teknologi operasi penggantian sendi di kawasan Asia Tenggara.
Sebagai salah satu pembicara dari Indonesia, Letkol Kes dr. Dwi Indra Darmawan memaparkan tantangan dalam operasi penggantian sendi panggul dan lutut, khususnya terkait perbedaan morfologi anatomi masyarakat Asia dan Eropa yang memengaruhi pemilihan teknik operasi maupun penggunaan implan.
Tak hanya itu, ia juga mengulas pengaruh kebijakan sistem jaminan kesehatan terhadap penggunaan implan standar pada tindakan total joint arthroplasty. Menurutnya, pemahaman terhadap karakteristik anatomi pasien Asia dan dukungan kebijakan kesehatan yang tepat menjadi faktor penting dalam meningkatkan keberhasilan operasi serta kualitas hidup pasien.
Paparan ilmiah tersebut mendapat perhatian para peserta karena dinilai memberikan perspektif baru dalam pengembangan layanan ortopedi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat Asia. Gagasan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi referensi bagi para praktisi kesehatan dalam meningkatkan mutu pelayanan bedah ortopedi di berbagai negara.
Keikutsertaan Letkol Kes dr. Dwi Indra Darmawan sebagai narasumber tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Lanud Raden Sadjad Natuna dan TNI AU, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di panggung internasional. Capaian ini menunjukkan bahwa sumber daya manusia di bidang kesehatan Indonesia memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam perkembangan ilmu kedokteran dunia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian penting dalam kemajuan layanan kesehatan di kawasan Asia Tenggara. (KG/IK)
