Gubernur Ansar Resmikan Jembatan Semala di Bunguran Utara, Perkuat Konektivitas Natuna

NATUNA – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meresmikan Jembatan Semala di Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Jumat (3/4/2026). Peresmian tersebut menjadi langkah strategis pemerintah provinsi dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.

Kegiatan peresmian turut didampingi Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, serta dihadiri anggota DPRD Kepri Mustamin Bakri dan Daeng Amhar, Ketua DPRD Natuna, Wakil Bupati Natuna, unsur Forkopimda, instansi vertikal, serta masyarakat setempat.

Jembatan Semala merupakan proyek pembangunan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan yang bersumber dari APBD Tahun 2025. Infrastruktur ini memiliki tipe AG 30 Composite Girder Bridge dengan panjang sekitar 30 meter dan menjadi penghubung penting antarwilayah di Bunguran Utara.

Tokoh masyarakat Kelarik, Zapridin, menyampaikan apresiasi atas pembangunan jembatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Jembatan Semala sangat membantu mobilitas warga, terutama dalam mengakses pusat ibu kota Kabupaten Natuna.

“Sebelum jembatan ini dibangun, kawasan ini sering dilanda banjir sehingga menyulitkan masyarakat yang hendak menuju ibu kota kabupaten,” ungkapnya.

Ia juga berharap pemerintah dapat melanjutkan pembangunan jalan penghubung Kelarik–Batubi sepanjang kurang lebih 6,3 kilometer yang hingga kini belum sepenuhnya diaspal.

Dalam sambutannya, Ansar Ahmad menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan, merupakan elemen penting dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan.

“Pembangunan infrastruktur, khususnya jembatan, merupakan urat nadi utama dalam mewujudkan Kepri yang maju, makmur, dan merata. Tanpa akses yang memadai, potensi ekonomi daerah akan sulit berkembang,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan jembatan bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol hadirnya pemerintah dalam membuka akses serta menyatukan wilayah.

Saat ini, di Provinsi Kepulauan Riau tercatat terdapat 154 jembatan dengan total panjang mencapai 4.001,85 meter. Sementara di Kabupaten Natuna sendiri terdapat 35 jembatan dengan total panjang sekitar 537 meter.

Jembatan Semala yang dibangun dengan anggaran sekitar Rp12,5 miliar ini menghubungkan wilayah Batubi dan Kelarik, sehingga diharapkan dapat memperlancar arus barang dan jasa di kawasan tersebut.

Ansar berharap kehadiran Jembatan Semala dapat memicu tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan akses yang semakin baik, kita harapkan daya saing daerah meningkat, kunjungan wisatawan bertambah, dan investasi bisa berkembang lebih maksimal,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

“Anggaplah jembatan ini sebagai milik bersama yang harus kita jaga,” pesannya.

Peresmian Jembatan Semala ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat pembangunan wilayah Natuna sebagai daerah perbatasan yang strategis di Provinsi Kepulauan Riau. (KG/IK)