NATUNA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Wanita TNI Angkatan Udara (Wara), prajurit perempuan TNI Angkatan Udara di Lanud Raden Sadjad (RSA) Natuna mengikuti ceramah pembekalan secara virtual, Senin (10/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Mako Lanud RSA Natuna tersebut diikuti para Wara bersama Ibu Asuh Wara. Pembekalan ini menjadi momentum untuk memperkuat wawasan, motivasi, serta kesiapan prajurit perempuan dalam menghadapi dinamika dan tuntutan tugas di lingkungan TNI Angkatan Udara.
Ibu Asuh Wara, Ny. Isa M. Tonny Harjono, dalam pembekalannya menekankan bahwa keberadaan perempuan di lingkungan militer bukan sekadar sebagai pelengkap.
Menurutnya, Wara memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI Angkatan Udara. Kekuatan hati, kecerdasan emosional, profesionalisme dan integritas menjadi modal penting bagi setiap prajurit perempuan dalam menjalankan pengabdian.
“Perempuan dalam militer bukan hanya pelengkap. Kehadiran Wara mencerminkan pentingnya kekuatan hati, kecerdasan emosional dan integritas dalam mendukung pelaksanaan tugas,” demikian pesan yang disampaikan dalam pembekalan tersebut.
Memasuki usia 63 tahun pengabdian, Wara dinilai telah melewati perjalanan panjang yang penuh dinamika. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat agar seluruh prajurit Wara terus meningkatkan kualitas diri dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Wara juga diharapkan senantiasa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, serta mampu menyeimbangkan berbagai peran yang diemban, baik sebagai prajurit maupun dalam kehidupan keluarga dan sosial.
Bagi Wara Lanud RSA Natuna, pembekalan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial menjelang HUT ke-63. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat motivasi, kebersamaan dan ikatan batin antarprajurit perempuan TNI Angkatan Udara.
Semangat tersebut diharapkan terus terpelihara sehingga Wara mampu memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung tugas TNI Angkatan Udara sekaligus mengabdi kepada bangsa dan negara, khususnya dari wilayah perbatasan Natuna. (KG/IK)
