NATUNA – Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, memperkuat penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menyusul memburuknya kualitas udara akibat kabut asap.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan meminta seluruh unsur terkait tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat.
Kebijakan tersebut diwujudkan melalui penguatan Satgas Karhutla dan kekeringan, pemantauan kualitas udara, kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, hingga perlindungan peserta didik melalui kebijakan Belajar dari Rumah (BDR) di wilayah yang terdampak kabut asap.
Pemkab Natuna juga meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga dengan gangguan pernapasan menjadi perhatian utama.
Berdasarkan laporan BPBD Natuna, Senin (7/9/2026) malam, kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat. Nilai PM2,5 tercatat 217.
Pada hari yang sama, tim gabungan BPBD, Damkar, Polres Natuna, TNI AL dan TNI AU melakukan pemadaman Karhutla di Desa Sedarat Baru, Kecamatan Bunguran Batubi. Luas lahan terbakar pada hari itu sekitar 18 hektare.
Secara kumulatif, luas Karhutla di Natuna sejak Januari hingga September 2026 telah mencapai sekitar 863,47 hektare.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan menegaskan penanganan Karhutla harus dilakukan secara terpadu, dengan prioritas bukan hanya memadamkan api, tetapi juga melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat dari dampak kabut asap. (KG/IK)
