NATUNA – Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie mengajak pemerintah daerah, pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat memperkuat sinergi dalam mencegah perundungan (bullying) serta kenakalan remaja di lingkungan pendidikan.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat yang digelar Polres Natuna sebagai bagian dari Program Quick Wins Kapolri di AOJ Cafe, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Ranai Kota, Kecamatan Bunguran Timur, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Natuna, Kepala Kantor Kementerian Agama Natuna, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, anggota DPRD bidang pendidikan, Ketua LAM Natuna, kepala sekolah, perwakilan media, serta tokoh masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Kapolres menyoroti persoalan perundungan, perkelahian antarpelajar, dan kenakalan remaja yang membutuhkan perhatian serius seluruh pihak.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian maupun sekolah. Peran keluarga dan lingkungan masyarakat juga diperlukan untuk melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap anak sejak dini.
“Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus kita jaga, lindungi, dan bina bersama. Karena itu, diperlukan pengawasan, perhatian, serta komunikasi yang baik antara sekolah dan orang tua agar berbagai permasalahan yang melibatkan anak dapat diketahui dan dicegah sejak dini,” tegas Novyan.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam menangani anak yang berhadapan dengan hukum, dengan tetap memperhatikan ketentuan perundang-undangan dan kepentingan terbaik bagi anak.
Sebagai langkah pencegahan, Kapolres mendorong peningkatan pengawasan di lingkungan sekolah, termasuk mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk aktif berkomunikasi dengan tenaga pendidik.
Polres Natuna juga akan memperkuat edukasi hukum kepada pelajar dan orang tua. Sekolah serta keluarga diharapkan mengarahkan anak mengikuti kegiatan positif, seperti olahraga, ekstrakurikuler dan aktivitas sosial untuk membangun karakter.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres turut memaparkan sejumlah program pelayanan dan pembinaan masyarakat yang selama ini dijalankan Polres Natuna. Di antaranya pembinaan dan penyuluhan di sekolah, Polisi Berkumpul dengan Masyarakat, Polisi Peduli Pengangguran, serta Green Policing melalui kegiatan gotong royong dan penanaman pohon.
Pendekatan keagamaan juga dilakukan melalui kegiatan Subuh Keliling di masjid dan kunjungan ke gereja sebagai upaya mempererat hubungan kepolisian dengan masyarakat.
Sementara untuk menjaga keamanan dan ketertiban, Polres Natuna melaksanakan patroli rutin melalui personel Samapta, Reserse dan Satpolairud. Pengamanan juga menyasar wilayah perairan serta kawasan pesisir yang menjadi aktivitas masyarakat dan nelayan.
Kapolres turut mengajak masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis selama 24 jam untuk menyampaikan laporan, pengaduan, maupun permintaan bantuan kepolisian.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi terbuka. Sejumlah persoalan dibahas, mulai dari perundungan, perkelahian antarpelajar, kenakalan remaja hingga gangguan ketertiban di lingkungan masyarakat.
Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman bahwa pencegahan permasalahan anak dan remaja membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara kepolisian, pemerintah daerah, sekolah, keluarga dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Polres Natuna berharap komunikasi dengan masyarakat semakin terbuka, sekaligus memperkuat kemitraan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta situasi kamtibmas yang kondusif di Kabupaten Natuna. (KG/IK)
