NATUNA – Medco Foundation menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir di sejumlah wilayah Sumatera dengan total nilai Rp 1,7 miliar. Bantuan logistik seberat 10 ton tersebut disalurkan melalui kolaborasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut).
Bantuan ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat. Pada tahap penyaluran ini, logistik yang dikirimkan meliputi 5 ton bahan pangan, 150 paket sandang berupa selimut, handuk, dan pakaian, 90 paket perlengkapan ibadah, 60 unit kompor gas, 130 tabung LPG (elpiji) lengkap dengan peralatan dapur, serta 1.500 jeriken. Distribusi dilakukan secara bertahap guna memastikan bantuan menjangkau titik-titik terdampak secara merata.
Medco Foundation mulai mendistribusikan bantuan langsung ke lokasi bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, sejak Kamis (25/12/2025).
Untuk wilayah Aceh, nilai bantuan yang disalurkan mencapai Rp 1 miliar, yang kemudian didistribusikan ke sejumlah daerah terdampak lainnya, di antaranya Gampong Pante Labu (Aceh Timur), Kubu (Aceh Utara), dan Gampong Pante Baro (Bireuen).
Sementara itu, bantuan untuk Sumatera Barat senilai Rp 700 juta telah disalurkan pada 29–30 Desember 2025, menyasar lokasi-lokasi terdampak berdasarkan hasil pemetaan kebutuhan di lapangan.
Head of Program Medco Foundation Rendra Permana menyatakan, kolaborasi lintas pihak menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan bantuan serta mempercepat penanganan pascabencana.
“Melalui sinergi bersama SKK Migas dan KKKS, kami berupaya memastikan bantuan tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak, baik di Aceh maupun Sumatera Barat,” ujar Rendra.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menambahkan, pihaknya telah mengoordinasikan partisipasi sejumlah KKKS di wilayah Sumbagut agar penyaluran bantuan selaras dengan kebutuhan terkini di posko pengungsian dan wilayah terdampak.
“Penyaluran bantuan dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam membantu korban banjir selama masa tanggap darurat,” kata Djoko.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan posko pengungsian serta membantu meringankan beban masyarakat di wilayah terdampak bencana. (KG/IK)













