22/10/2026
IMG-20260904-WA0001

NATUNA — Sebanyak 29 personel SAR menuntaskan Pelatihan dan Pendidikan Medical First Responder (MFR) yang digelar Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Natuna. Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan personel dalam menangani korban pada kondisi darurat.

Pelatihan berlangsung selama 25 hari, 3–27 Agustus 2026. Kegiatan ditutup pada Jumat (4/9/2026) di Aula Kantor SAR Natuna, Jalan H. Adam Malik Km 6, Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur.

Penutupan ditandai dengan penyerahan sertifikat dan lisensi pertolongan pertama medis lanjutan kepada 29 peserta yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan.

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan keterampilan MFR sangat penting bagi personel SAR karena penanganan awal korban menjadi salah satu bagian krusial dalam operasi pencarian dan pertolongan.

Menurutnya, kemampuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diterapkan secara maksimal ketika personel menghadapi kondisi darurat di lapangan.

“Ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas SAR, khususnya saat menghadapi kondisi darurat di lapangan,” kata Abdul Rahman.

Selama pelatihan, peserta dibekali berbagai kemampuan dasar hingga lanjutan dalam penanganan korban. Materi meliputi penilaian awal korban, penanganan henti napas dan henti jantung, pengendalian pendarahan, penanganan patah tulang, serta teknik evakuasi.

Untuk menguji kesiapan peserta, pelatihan juga dilengkapi praktik lapangan dan simulasi berbagai skenario kecelakaan dengan kondisi medan serta ruang yang berbeda.

Abdul Rahman mengapresiasi para instruktur dan tim pendamping dari Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Dengan berakhirnya pelatihan, 29 personel tersebut diharapkan semakin siap memberikan pertolongan awal kepada korban dalam operasi SAR sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kantor SAR Natuna juga berkomitmen meningkatkan kapasitas dan profesionalisme personel secara berkelanjutan guna memperkuat kesiapsiagaan pencarian dan pertolongan di wilayah kerjanya. (KG/IK)