Founder Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN) sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Natuna, H. Raja Mustakim saat menyerahkan hadiah kepada pemenang. (Foto:IK)
NATUNA ā Founder Komunitas Pecinta Domino Natuna (KPDN) sekaligus Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Natuna, H. Raja Mustakim, secara resmi menutup Turnamen Domino Gen Z di Cafe CSK, Natuna, Selasa malam (27/10/2026).
Penutupan turnamen tersebut menjadi momentum bagi Raja Mustakim untuk mengajak generasi muda Natuna meningkatkan keterampilan, memperkuat solidaritas, serta berperan aktif dalam mendorong kemajuan daerah. Ia juga menekankan pentingnya memaknai semangat Sumpah Pemuda melalui persatuan dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam sambutannya, Raja Mustakim mengapresiasi kepedulian Polres Natuna terhadap masyarakat, khususnya melalui berbagai kegiatan sosial dan upaya menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat.
Menurutnya, menjaga keamanan bukan semata-mata soal penindakan, tetapi juga bagaimana membangun kepedulian dan melakukan langkah-langkah pencegahan agar persoalan di tengah masyarakat dapat diantisipasi sejak dini.
Ia menilai berbagai kegiatan sosial, seperti penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan dan kegiatan Jumat Bersih, merupakan bentuk kepedulian yang patut diapresiasi.
Selain itu, Raja Mustakim turut menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan insan pers. Ia mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Natuna untuk terus membangun hubungan yang aktif dengan media massa, baik media arus utama maupun media daring.
Menurutnya, komunikasi yang efektif sangat diperlukan agar informasi mengenai program dan arah pembangunan daerah, baik jangka pendek maupun jangka panjang, dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.
“Melalui komunikasi yang baik, masyarakat bisa memahami apa yang ingin dibangun pemerintah daerah. Dengan begitu, kita dapat memperkuat kebersamaan dan menumbuhkan kepedulian bahwa Natuna ini milik kita bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Raja Mustakim juga menjelaskan bahwa KPDN tidak hanya berfokus pada kegiatan olahraga domino, tetapi turut menjalankan berbagai kegiatan sosial untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan melalui yayasan yang berada di bawah naungan komunitas. Melalui wadah tersebut, KPDN berupaya memperluas jangkauan bantuan kepada masyarakat di wilayah Bunguran Besar hingga desa-desa dan kecamatan lainnya di Kabupaten Natuna.
Ia menyebutkan, kegiatan sosial rutin dilaksanakan setiap Jumat sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat kepedulian dan semangat berbagi di tengah masyarakat.
Raja Mustakim berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang sehingga keberadaan KPDN memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi para pencinta domino, tetapi juga bagi masyarakat Natuna secara keseluruhan.
Berbicara di hadapan peserta turnamen yang didominasi generasi muda, Raja Mustakim mengenang pengalamannya saat masih muda, ketika ia juga aktif bermain domino dan pernah meraih juara pertama dalam permainan tersebut.
Pengalaman itu, menurutnya, menjadi pengingat bahwa kegiatan yang mempertemukan berbagai generasi dapat menjadi sarana membangun silaturahmi, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat berkompetisi secara positif.
Namun, ia menegaskan bahwa generasi muda Natuna harus mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan dengan terus meningkatkan kemampuan atau upskilling.
Menurutnya, keterampilan menjadi salah satu modal penting bagi anak muda untuk menghadapi perkembangan zaman dan persaingan yang semakin kompetitif.
“Ke depan, mereka yang memiliki keterampilan akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan. Karena itu, generasi muda Natuna harus terus meningkatkan kemampuan agar mampu bersaing dan ikut membangun daerahnya sendiri,” tegasnya.
Ia juga mencontohkan Abed, salah seorang generasi muda yang mendapatkan beasiswa untuk mengikuti pelatihan kreator konten di Tempo Institute.
Raja Mustakim mengapresiasi perkembangan Abed yang dinilainya telah mampu membagikan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya kepada orang lain.
Baginya, kesempatan memperoleh pendidikan dan pelatihan harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar ilmu yang didapatkan tidak berhenti pada diri sendiri, melainkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Ia berharap semakin banyak anak muda Natuna yang berani mengembangkan potensi, menguasai keterampilan baru, serta mengambil peran dalam berbagai bidang pembangunan.
Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, Raja Mustakim mengajak seluruh generasi muda menjadikan momentum tersebut sebagai pengingat pentingnya menjaga persatuan dan solidaritas.
Ia menekankan bahwa perbedaan latar belakang maupun pandangan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk bekerja sama demi kepentingan bersama.
Sebaliknya, semangat persatuan harus menjadi kekuatan untuk mendorong kemajuan Kabupaten Natuna, terutama melalui keterlibatan aktif generasi muda.
Menurutnya, pembangunan daerah bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
“Melalui momentum Sumpah Pemuda ini, mari kita memperkuat persatuan dan solidaritas. Kita harus kompak dan bersama-sama berjuang agar Natuna semakin maju. Jangan sampai generasi muda kita hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri,” pesannya.
Penutupan Turnamen Domino Gen Z tersebut diharapkan tidak hanya menjadi akhir dari sebuah kompetisi, tetapi juga menjadi awal bagi semakin kuatnya kebersamaan, sportivitas, dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda Natuna.
Melalui kegiatan olahraga, pengembangan keterampilan dan aksi sosial, generasi muda diharapkan mampu mengambil peran nyata dalam membangun Natuna yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.
Kegiatan tersebut di hadiri, Ketua Dinas Pendidikan, Ilham Kauli, Ketua Pordi, Iswandi, Dewan Pembina Pordi, Hadi Candra, Ketua KPDN, Dinas Pemuda dan Olahraga dan Yayasan KPDN. (KG/IK)
