Ratu Wangsa Senyap-Senyap Tiba Di Batam Hadiri Tahlil Sahabat Karib, Warga Tanjung Buntung Terharu Sambut Kehadirannya

BATAM, – Kabar mengejutkan beredar di kalangan warga ketika sosok yang selama ini ramai dibicarakan, Ratu Wangsa, diketahui diam-diam telah tiba di Batam. Kehadirannya ternyata bukan untuk acara resmi ataupun kegiatan bisnis, melainkan untuk memenuhi undangan istimewa dari warga Tanjung Buntung dalam rangka menghadiri acara tahlil mengenang almarhum Bapak Ridzuan Osman.

Almarhum Ridzuan Osman, seorang investor asal Singapura yang telah lama menetap dan berkeluarga di kawasan tersebut, diketahui baru 14 hari meninggal dunia. Beliau meninggalkan sang istri tercinta, Ibu Ningsih, yang juga merupakan sahabat baik dari Ratu Wangsa dan penduduk Tanjung Buntung.

Acara tahlil yang digelar di lingkungan kampung itu berlangsung khidmat namun meriah, dihadiri oleh warga yang datang beramai-ramai untuk mendoakan almarhum. Suasana kampung yang sederhana namun hangat memberikan nuansa yang begitu menyentuh.

Beberapa warga mengaku terkejut sekaligus tersentuh ketika mengetahui Ratu Wangsa turut hadir dalam acara tersebut. Meski datang tanpa banyak pemberitahuan, kehadiran beliau langsung disambut dengan ramah dan penuh kehangatan oleh masyarakat kampung.

“Penduduk di sini sangat menghargai kedatangan beliau. Walaupun dikenal luas, beliau datang dengan sikap yang sangat sederhana dan ramah,” ujar salah seorang warga.

Di tengah suasana kekeluargaan itu, Ratu Wangsa juga sempat memperkenalkan diri secara singkat kepada warga yang hadir. Banyak yang mengaku terkesan melihat sikap beliau yang rendah hati dan mudah bergaul, bahkan beberapa warga mengatakan mereka merasa seperti sedang berbincang dengan sahabat lama.

Ibu Lela, salah satu tokoh perempuan di lingkungan tersebut, turut menyampaikan kesannya.

“Kami sangat bersyukur beliau mau datang. Kehadiran Ratu Wangsa memberi semangat kepada kami semua, khususnya kepada Ibu Ningsih yang sedang menghadapi masa sulit.”

Sementara itu, Ibu Ningsih sendiri terlihat sangat akrab bersama Ratu Wangsa sepanjang acara. Kedekatan keduanya tampak jelas, mengingat hubungan persahabatan mereka telah terjalin sejak lama.

Almarhum Ridzuan Osman sendiri dikenal oleh warga sebagai sosok yang baik hati dan bersahaja. Sebagai seorang investor dari Singapura, beliau kerap membantu berbagai kegiatan di lingkungan sekitar. Kehidupan rumah tangganya bersama Ibu Ningsih juga dikenal harmonis oleh masyarakat setempat.

“Beliau orang yang sangat baik. Banyak jasa beliau kepada warga di sini,” kata salah satu penduduk yang mengenal almarhum sejak lama.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa warga juga menyebutkan bahawa mereka baru mengetahui bahawa Ratu Wangsa memiliki keahlian dalam bidang saraf (neuromuskular). Mendengar hal itu, sebagian warga yang memiliki masalah kesehatan saraf menyampaikan harapan mereka.

Menanggapi hal tersebut, Ratu Wangsa dengan penuh kehangatan menyampaikan bahawa selama berada di Tanjung Buntung, beliau berniat memberikan bantuan pemeriksaan dan penanganan sederhana secara gratis bagi beberapa warga yang membutuhkan.

Hal itu langsung disambut dengan rasa syukur oleh masyarakat yang hadir.

Dalam sambutannya yang singkat namun menyentuh, Ratu Wangsa juga menyampaikan perasaannya terhadap sambutan warga kampung yang begitu tulus.

“Saya merasa sangat tersentuh dengan kehangatan dan keramahan warga di sini. Suasana kampung seperti ini jarang sekali saya nikmati. Terima kasih kerana menerima saya dengan begitu baik.”

Kepada sahabatnya Ibu Ningsih, Ratu Wangsa juga menyampaikan kata-kata penuh empati dan semangat.

“Kehidupan harus terus berjalan. Saya yakin Ibu Ningsih adalah wanita yang kuat. Semoga ke depan akan ada hari-hari yang lebih baik dan penuh harapan.”

Di akhir pertemuan tersebut, Ratu Wangsa juga menyampaikan bahawa dirinya berencana kembali ke Singapura. Beliau akhirnya bertolak pada 16 Maret 2026 pukul 19.19 WIB melalui ferry malam, di tengah padatnya penumpang yang hendak kembali. Kepulangannya dilakukan untuk memperingati ulang tahun sang abang kandung, setelah tidak mendapatkan jadwal ferry siang yang lebih awal.

Kehadiran beliau yang sederhana namun penuh makna itu meninggalkan kesan mendalam bagi warga Tanjung Buntung.

Bagi banyak orang yang hadir malam itu, momen tersebut bukan sekadar acara tahlil, tetapi juga menjadi pertemuan yang mempererat rasa kebersamaan, empati, dan persahabatan di tengah suasana duka.

Dan bagi warga kampung yang jarang merasakan kunjungan tokoh seperti itu, kehadiran Ratu Wangsa menjadi kenangan tersendiri yang sulit dilupakan.