05/08/2026
Screenshot_20260805_175027

LINGGA – Desas – Desus permintaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait polemik perkebunan kelapa sawit PT CSA, ribuan pekerja lokal menyatakan kesiapan mereka untuk turut hadir dan menyampaikan aspirasi secara langsung.

Mereka menilai, selama ini pembahasan lebih banyak menyoroti berbagai persoalan yang berkembang, sementara suara masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari perusahaan belum banyak mendapat ruang.

Para pekerja yang berasal dari berbagai wilayah, seperti Senempek, Centeng, Pekaka, Desa Langkap hingga Pulau Senayang, mengaku ingin menyampaikan secara langsung bahwa keberadaan PT CSA telah memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Menurut mereka, aktivitas operasional perusahaan selama ini melibatkan tenaga kerja lokal dalam berbagai bidang, mulai dari penanaman, perawatan tanaman, pembersihan areal hingga pekerjaan operasional lainnya. Bagi mereka, perusahaan menjadi sumber penghasilan yang menopang kebutuhan keluarga.

“Kami siap hadir dalam RDP. Kami ingin suara kami juga didengar karena kami adalah masyarakat yang bekerja dan mencari nafkah di perusahaan ini,” ujar salah seorang pekerja, Rabu (05/08/2026).

Mereka berharap forum RDP tidak hanya mendengarkan pihak-pihak yang menyampaikan penolakan terhadap perusahaan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada para pekerja untuk menyampaikan pengalaman dan pandangan mereka secara terbuka.

Perwakilan aliansi pekerja, Syarifuddin atau yang akrab disapa Joko, mengatakan masyarakat yang selama ini bekerja di PT CSA merasa ikut terdampak oleh polemik yang berkembang.

“Jangan hanya mendengar satu sisi. Kami juga masyarakat Lingga yang setiap hari bekerja di sini. Kami ingin menyampaikan langsung bahwa banyak keluarga yang menggantungkan hidup dari perusahaan ini,” katanya.

Joko juga mempertanyakan pihak-pihak yang mengatasnamakan masyarakat dalam menyampaikan penolakan terhadap perusahaan.

“Kalau ada yang mengatakan masyarakat menolak, masyarakat yang mana? Kami juga masyarakat. Kami ingin semua pihak melihat kondisi di lapangan secara utuh. Karena itu kami siap hadir dalam RDP agar aspirasi pekerja juga didengar,” tegasnya.

Mereka menilai penyelesaian persoalan harus dilakukan melalui dialog yang adil dengan melibatkan seluruh elemen yang terdampak, termasuk para pekerja lokal yang selama ini menggantungkan kehidupan ekonomi dari keberadaan PT CSA.

Menurut mereka, keberlangsungan investasi dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat harus berjalan beriringan, sehingga penyelesaian polemik dapat menghasilkan keputusan yang memberikan kepastian bagi semua pihak. (AS/kg)