Jakarta – Penanganan kasus Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Irak, Ika Arsaya Jala, menunjukkan perkembangan signifikan, Ketua Umum Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Indonesia, Jeannie Latumahina, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Luar Negeri RI, khususnya Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan KBRI Baghdad, atas langkah cepat dalam mengamankan Ika.
Saat ini, Ika Arsaya Jala telah berada di lokasi yang aman, yakni di shelter KBRI Baghdad. Selain memberikan perlindungan fisik, KBRI juga telah memfasilitasi pengacara untuk mendampingi Ika dalam menyelesaikan persoalan imigrasi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Irak.
Selanjutnya, Jeannie Latumahina mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak keluarga sempat dirundung kecemasan mendalam akibat terputusnya komunikasi dengan Ika.
Namun, setelah RPA Indonesia menyampaikan kabar terkini mengenai kondisi Ika yang telah berada dalam perlindungan negara, pihak keluarga merasa lega.
“Keluarga sangat berharap Ika dapat segera berkomunikasi kembali dan senantiasa mendoakan agar ika bisa pulang ke Indonesia dengan selamat. Keluarga mengucapkan terima kasih kepada Kemenlu, KBRI Bagdad maupun RPA Indonesia. RPA Indonesia berkomitmen penuh mendampingi kasus ini hingga tuntas ,” tegas Jeannie Latumahina selaku Ketua Umum RPA Indonesia,
Senada dengan hal tersebut, perwakilan LBH RPA Indonesia, Wirabadsha Maruapey, S.H., turut mengapresiasi kinerja diplomasi Indonesia.
Menurutnya, respons cepat ini adalah bukti nyata kehadiran negara bagi warga negaranya di luar negeri.
“KBRI telah menunjukkan kinerja luar biasa dalam memberikan pendampingan hukum bagi WNI di Irak. Kami berharap seluruh proses administratif dan hukum berjalan lancar tanpa kendala,” ujar Wirabadsha Maruapey SH.
“RPA Indonesia memastikan akan terus menjalin koordinasi intensif dengan pihak terkait guna memastikan proses pemulangan Ika Arsaya Jala ke tanah air dapat segera terealisasi” tutup Wirabadsha Maruapey SH












