LINGGA – Polemik pengalihan trayek DAMRI di Kabupaten Lingga akhirnya berujung koreksi. Setelah menuai keberatan masyarakat, Dinas Perhubungan Lingga menyurati Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan untuk mengembalikan rute ke jalur semula.
Hasilnya, trayek Daik–Penarik resmi dikembalikan menjadi Daik–Pancur–Tanjung Awak, sedangkan rute Dabo–Jagoh dialihkan ke Dabo–Kuala Raya. Sementara itu, trayek Daik–Kudung dipastikan tetap berjalan tanpa perubahan.
Kepala Dinas Perhubungan Lingga, Hendry Efrizal, menegaskan langkah ini merupakan respons langsung atas tekanan publik yang muncul sejak wacana pengalihan trayek diberlakukan.
“Sejak awal masyarakat menolak pengalihan rute. Ada aspirasi dari warga, kepala desa, dan LSM. Karena itu kami menyurati BPTD. Perubahan ini bukan kebijakan sepihak, tapi tindak lanjut dari tuntutan masyarakat,” ujar Hendry, Selasa (20/01/2026).
Sementara Manager Usaha DAMRI, Supriono mengakui kehadiran DAMRI di Lingga mendapat sambutan luas karena menjadi salah satu moda transportasi yang paling terjangkau bagi warga. Namun di sisi lain, Dishub juga mencatat masih adanya persoalan infrastruktur.
“Kondisi di lapangan belum sepenuhnya ideal. Masih ada ruas jalan yang kurang nyaman dan berisiko. Ini menjadi catatan penting untuk evaluasi ke depan,” katanya.
Dari aspek pelayanan, DAMRI memastikan armada yang beroperasi masih dalam kondisi layak, baik dari sisi teknis kendaraan maupun fasilitas penunjang.
“Unit masih memadai dan layak beroperasi. Fasilitas seperti AC berfungsi baik. Prinsip kami jelas, pelayanan terbaik harus tetap menjadi prioritas,” tegas Supriono.
Untuk tarif, pihak DAMRI menegaskan penentuan harga mengikuti SK tarif per kilometer. Tarif Daik–Tanjung Awak dipatok Rp20 ribu, sedangkan Dabo–Kuala Raya Rp15 ribu.
Dikoreksinya trayek DAMRI ini sekaligus menandai kuatnya tekanan publik dalam kebijakan transportasi di Lingga. Pemerintah daerah berharap, penyesuaian rute tersebut dapat memulihkan kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan layanan angkutan benar-benar menjawab kebutuhan warga. (kg)












