12/09/2026
IMG-20260912-WA0015

NATUNA – Pendidikan tinggi di Kabupaten Natuna memasuki babak baru. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Natuna resmi bertransformasi menjadi Institut Agama Islam (IAI) Natuna setelah 24 tahun berkontribusi mencerdaskan masyarakat.

Momentum bersejarah tersebut ditandai dengan peresmian IAI Natuna, pengukuhan rektor pertama, sekaligus penutupan Milad ke-24 STAI Natuna yang dihadiri Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, di Aula STAI Natuna, Sabtu malam (12/9/2026).

Jarmin menilai perubahan status STAI menjadi institut bukan sekadar perubahan kelembagaan, tetapi menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan tinggi di Natuna.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Natuna, saya menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar STAI Natuna atas capaian yang sangat membanggakan ini,” kata Jarmin.

Menurutnya, setelah 24 tahun memberikan kontribusi bagi masyarakat, IAI Natuna kini memiliki tanggung jawab yang semakin besar, terutama dalam memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas di daerah.

Jarmin berharap IAI Natuna mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki iman, akhlak, integritas, kompetensi dan kepedulian terhadap daerah.

“Pembangunan sumber daya manusia merupakan pondasi utama bagi kemajuan daerah. Karena itu, keberadaan perguruan tinggi di Natuna memiliki posisi yang sangat strategis,” tegasnya.

Ia juga mendorong IAI Natuna menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan keislaman, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan di Natuna.

Kepada Rektor IAI Natuna, Hj. Umar, yang baru dikukuhkan, Jarmin menyampaikan selamat sekaligus berharap kepemimpinan baru mampu memperkuat tata kelola perguruan tinggi secara profesional, terbuka dan inovatif.

“Semoga ke depan IAI Natuna dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, lembaga pendidikan serta berbagai pihak lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor IAI Natuna, Hj. Umar mengatakan transformasi menjadi institut merupakan kelanjutan dari perjalanan panjang pendidikan Islam di Natuna.

Menurut Umar, pendidikan Islam di Natuna berkembang dari rumah-rumah Al-Qur’an, rumah wakaf, masjid, madrasah hingga kemudian berdirinya STAI Natuna.

“Ini proses keberlanjutan dari transformasi pendidikan yang ada di Natuna. Kita tidak akan berhenti pada transformasi kelembagaan, tetapi juga melakukan transformasi kualitas dan pengabdian,” ujar Umar.

Ia menyebut terdapat empat fokus utama yang akan dikembangkan IAI Natuna dalam lima tahun ke depan, yakni penguatan sumber daya manusia, pengembangan riset dan inovasi, pembelajaran berbasis digital serta kerja sama internasional.

Saat ini, IAI Natuna juga mulai memperkuat jejaring akademik melalui kerja sama dengan BRIN untuk penelitian ekonomi kreatif berbasis geopark di Natuna. Selain itu, kerja sama internasional telah dibangun dengan sejumlah perguruan tinggi di Malaysia, Thailand dan Brunei Darussalam.

Hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Kepala KPDN Natuna Raja Mustakim, pimpinan OPD, Ketua MUI, Ketua LAM, serta civitas akademika dan mahasiswa STAI Natuna. (KG/IK)