PELALAWAN – Tidak disangka jika pembuatan jembatan semenisasi kantor Badan Balai Konservasi Dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah Kerumutan Utara, Pelalawan-Riau diduga bersumber dana dari hasil kesepakatan dengan oknum pemain kayu pada sekitar tahun 2024-2025 silam.
Hal itu terungkap saat salah satu masyarakat di Teluk Meranti membeberkan seputar pembuatan jembatan semenisinasi dikantor itu kepada tim media ini.
Menurut sumber yang tidak mau namanya disebutkan itu, mengungkapkan rasa kekecewaan teramat besar terhadap tingkah laku oknum-oknum petugas pengawas hutan konservasi suaka marga satwa tersebut.
“Kita berharap permasalahan ini harus ditindak lanjuti oleh pimpinan mereka dan mempertanggung jawabkan perbuatannya serta melakukan evaluasi, supaya kinerja petugas dikantor BBKSDA Wilayah Kerumutan Utara semakin membaik,” pinta sumber baru-baru ini di Teluk Meranti.
Nakalnya oknum petugas konservasi hutan lindung tersebut diharapkan mendapatkan perhatian serius dari atasan atau pimpinan mereka, supaya tidak terulang kembali.
Kepala BBKSDA Kerumutan Utara, Ahmad, saat dikonformasi seputar masalah ini, Senin, (30/3/2026), melalui pesan Whatss Appnya tidak menjawab hingga berita ini ditayangkan tidak ada tanggapan dan komentar darinya. (TIM).











