04/07/2026
IMG_20260704_222003

NATUNA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Natuna menjadikan sektor kelautan sebagai penggerak utama ekonomi daerah terus diperkuat. Salah satunya melalui kolaborasi dan pertukaran pengalaman dengan daerah yang dinilai sukses mengembangkan sektor perikanan.

Langkah tersebut ditunjukkan Bupati Natuna, Cen Sui Lan dengan mengajak Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma meninjau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Cemaga Utara, Kecamatan Bunguran Selatan, Sabtu (4/7/2026).

Kunjungan itu bukan sekadar meninjau progres pembangunan kawasan nelayan, tetapi juga menjadi ruang diskusi mengenai strategi membangun sektor perikanan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Di lokasi, kedua kepala daerah berdialog langsung dengan para nelayan serta pelaksana pembangunan. Berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir, mulai dari sarana pendukung, produktivitas nelayan hingga peluang pengembangan industri perikanan, menjadi pembahasan utama.

Bupati Natuna, Cen Sui Lan, mengatakan Brebes dipilih sebagai daerah tujuan belajar karena dinilai berhasil mengembangkan sektor perikanan sebagai salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat.

“Kami ingin belajar dari pengalaman Brebes. Natuna memiliki kekayaan laut yang luar biasa, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara maksimal agar mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” ujar Cen Sui Lan.

Menurutnya, lebih dari 90 persen wilayah Natuna merupakan lautan dengan potensi sumber daya ikan yang sangat besar. Namun, potensi tersebut tidak akan memberikan manfaat optimal tanpa didukung kebijakan yang tepat, pembangunan infrastruktur, akses permodalan, serta pemberdayaan nelayan secara berkelanjutan.

Ia menegaskan, sektor perikanan harus menjadi prioritas pembangunan daerah karena memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi di wilayah perbatasan Indonesia.

“Natuna memiliki semua modal untuk menjadi daerah perikanan yang maju. Yang dibutuhkan sekarang adalah pengelolaan yang terintegrasi, mulai dari penangkapan, pengolahan hasil, hingga pemasaran sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.

Cen juga berharap Kampung Nelayan Merah Putih tidak hanya menjadi kawasan hunian yang nyaman bagi nelayan, tetapi berkembang menjadi pusat ekonomi kelautan yang modern, lengkap dengan fasilitas produksi, penyimpanan, pengolahan hasil perikanan, hingga jaringan distribusi yang mampu meningkatkan daya saing produk perikanan Natuna.

Keinginan Natuna belajar dari Brebes bukan tanpa alasan. Kabupaten di pesisir utara Pulau Jawa itu dikenal sebagai salah satu sentra perikanan terbesar di Jawa Tengah. Aktivitas perikanan tangkap berkembang pesat di kawasan Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, serta Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pulolampes yang menjadi pusat pendaratan hasil tangkapan nelayan.

Selain menjadi salah satu penghasil ikan teri terbesar di Laut Jawa, Brebes juga memiliki kawasan tambak air payau seluas sekitar 9.923 hektare untuk budidaya bandeng dan udang. Kombinasi perikanan tangkap dan budidaya menjadikan sektor tersebut sebagai penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Brebes dengan kontribusi mencapai 33,28 persen.

Bagi Cen Sui Lan, keberhasilan pembangunan sektor perikanan tidak hanya diukur dari tingginya produksi, tetapi juga dari meningkatnya taraf hidup nelayan. Karena itu, berbagai praktik baik dari Brebes diharapkan dapat menjadi referensi bagi Pemerintah Kabupaten Natuna dalam menyusun kebijakan yang lebih inovatif, berkelanjutan, dan berpihak kepada masyarakat pesisir.

Dengan kekayaan laut yang melimpah serta dukungan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Natuna diyakini memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai salah satu sentra perikanan nasional. Melalui kolaborasi dengan daerah yang telah lebih maju, Pemerintah Kabupaten Natuna optimistis mampu melahirkan sektor perikanan yang modern, berdaya saing, dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di wilayah perbatasan Indonesia. (KG/IK)