Gebrakan Bupati dan Wakil Bupati Lingga! Program Kelapa Melejit 7 Kali Lipat. : Petani Dapat Bibit, Pupuk, dan Dukungan Operasional

Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga kembali menunjukkan gebrakan nyata di sektor pertanian. Di bawah kepemimpinan Bupati Lingga, program pengembangan perkebunan kelapa dalam mengalami lonjakan signifikan hingga 7 kali lipat dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Senin (04/05/2026).

Jika pada tahun 2024 program ini hanya mencakup 70 hektare, maka pada tahun 2025 meningkat menjadi 100 hektare, dan pada tahun 2026 melonjak drastis hingga 500 hektare.
Cakupan 500 hektare tersebut terdiri dari kegiatan peremajaan tanaman kelapa (replanting) serta penanaman baru, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperluas areal perkebunan.

Tak hanya memperluas cakupan lahan, pemerintah daerah juga memperkuat dukungan kepada petani. Setiap hektare mendapatkan 110 batang bibit kelapa dalam serta bantuan pupuk sebanyak 330 kilogram per hektare, guna memastikan pertumbuhan tanaman yang optimal sejak awal.

Pada tahun ini, pemerintah juga menghadirkan terobosan berupa bantuan operasional kelompok tani sebesar 13 HOK per hektare, sebagai bentuk penguatan kelembagaan sekaligus dukungan nyata terhadap aktivitas di lapangan.

Program ini telah melalui proses pendataan dan verifikasi oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lingga, kemudian diverifikasi oleh Pemerintah Provinsi dan selanjutnya diusulkan ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Hasilnya, program ini dinyatakan memenuhi persyaratan dan saat ini tinggal menunggu penyaluran bantuan dari pemerintah pusat.

Bupati Lingga menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja terukur dan kolaboratif yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga mendukung penguatan sektor hilir.

“Program ini tidak hanya memperluas lahan, tetapi juga memperbaiki kebun yang sudah ada melalui peremajaan. Kita ingin memastikan produktivitas meningkat dan keberlanjutan sektor kelapa di Lingga tetap terjaga,” tegas Bupati Lingga.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa peningkatan program ini juga diarahkan untuk memastikan ketersediaan bahan baku bagi IKM Sentra Kelapa di Kabupaten Lingga, sehingga tercipta keterpaduan antara sektor hulu dan hilir.

“Kita tidak hanya menanam, tetapi juga menyiapkan rantai pasok hingga ke industri. Dengan demikian, nilai tambah tetap berada di daerah dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Dengan tren peningkatan yang signifikan serta dukungan lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Lingga optimistis sektor perkebunan kelapa akan semakin berkembang, produktif, dan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah. (kg/AS)