24/10/2026
IMG_20261024_191910

Batam, – Tanggapi polemik pemberitaan terkait pengerukan bibir pantai di Kampung Melayu Batu Besar. Novrizal, selaku putra tempatan bersama pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bernard Gultom, menegaskan kegiatan tersebut adalah bagian dari revitalisasi pelabuhan rakyat untuk kepentingan nelayan, bukan proyek komersial.

Novrizal menjelaskan, pembenahan pelabuhan dilakukan atas persetujuan pemilik lahan serta dukungan penuh dari masyarakat nelayan setempat.

“Sebagai putra tempatan, kami memiliki tanggung jawab dan kepedulian terhadap pelabuhan rakyat di Kampung Tua Batu Besar. Upaya pembenahan dan perbaikan ini dilakukan agar kondisi pelabuhan lebih efisien dan terawat, yang dapat menunjang kemajuan perekonomian masyarakat setempat, serta menjadi bagian dari upaya pencegahan abrasi di kawasan pesisir,” ujar Novrizal, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, pelabuhan rakyat di Kampung Tua Batu Besar selama ini menjadi tumpuan hidup warga pesisir. Selain sebagai tempat tambat perahu, pelabuhan ini menjadi pusat aktivitas ekonomi harian nelayan. Kondisi yang mulai mengalami pendangkalan dan abrasi membuat pembenahan mendesak dilakukan.

Senada, Bernard Gultom dari HNSI menyebut revitalisasi ini adalah wujud kepedulian terhadap fasilitas publik pesisir yang kerap luput dari perhatian.

“Pemeliharaan fasilitas pesisir perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan memperhatikan keselamatan dan kondisi lingkungan. Pelabuhan rakyat ini bukan sekadar tambatan, tapi nadi ekonomi masyarakat,” kata Bernard.

Dalam proses revitalisasi, Novrizal menjelaskan ada pemanfaatan kembali material yang masih layak. Material tersebut akan digunakan untuk tahap pembangunan dan perbaikan pelabuhan berikutnya.

Langkah ini, kata dia, untuk mengurangi pemborosan, meningkatkan efisiensi, serta mendukung pembangunan pelabuhan rakyat secara bertahap dan berkelanjutan.

“Material yang masih layak akan kami manfaatkan kembali untuk pembangunan pelabuhan berikutnya, dengan tetap memperhatikan aturan, kelayakan kualitas, dan ketentuan yang berlaku,” tegas Novrizal.

Ia berharap, pemberitaan yang beredar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Justru harus menjadi momentum membuka komunikasi yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait secara terbuka dan objektif berdasarkan fakta di lapangan.

“Harapan kami, pelabuhan rakyat di Kampung Tua Batu Besar dapat terus dibenahi dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas, khususnya nelayan,” pungkasnya.