NATUNA – Senja di Natuna, Senin (28/9/2026), terasa berbeda. Tak ada suasana formal, tak ada sekat antara pejabat dan wartawan. Yang ada hanya obrolan ringan, canda, tawa, dan secangkir kopi yang menjadi pengikat suasana.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Natuna, Dr. Erwin Indrapraja, S.H., M.H., memilih menghabiskan sore dengan ngopi bersama para wartawan Natuna di Spertiga Malam.
Pertemuan sederhana itu menjadi ruang untuk berbincang lebih dekat. Bukan sekadar membahas pekerjaan, tetapi juga membangun komunikasi dan mempererat silaturahmi antara Kejaksaan Negeri Natuna dengan insan pers.
Turut hadir Kepala Seksi Intelijen Kejari Natuna, Aditya Syaummil Patria, S.H., M.H., bersama sejumlah pejabat Kejaksaan Negeri Natuna serta para wartawan.
Suasana berlangsung santai. Sesekali terdengar gelak tawa dan candaan di tengah percakapan. Tidak terlihat jarak yang kaku. Semua larut dalam suasana kekeluargaan.
Bagi Erwin, komunikasi yang baik dengan wartawan merupakan bagian penting dalam membangun hubungan kelembagaan dengan masyarakat.
Wartawan memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Sementara aparat penegak hukum memiliki tanggung jawab untuk memberikan informasi yang benar, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Dari meja kopi itulah, percakapan mengalir. Beragam topik dibicarakan, mulai dari dinamika Natuna, penegakan hukum, hingga berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Ngopi sore tersebut sekaligus menunjukkan bahwa membangun hubungan baik tidak selalu harus dilakukan melalui forum resmi. Terkadang, percakapan yang paling terbuka justru lahir dari suasana sederhana, ketika secangkir kopi menjadi pembuka pembicaraan.
Erwin dan jajaran Kejari Natuna tampak menikmati suasana tersebut. Begitu pula para wartawan yang hadir.
Pertemuan itu menjadi gambaran bahwa sinergi antara aparat penegak hukum dan media tidak hanya dibangun melalui konferensi pers atau agenda kelembagaan, tetapi juga melalui komunikasi yang humanis dan hubungan yang saling menghargai.
Di tengah derasnya arus informasi, hubungan semacam ini menjadi penting. Sebab, informasi yang sampai kepada masyarakat membutuhkan komunikasi yang baik, sekaligus komitmen bersama untuk menjaga akurasi dan kepentingan publik.
Ketua PWI Natuna, M. Rapi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kajari Natuna beserta jajaran yang telah membuka ruang silaturahmi bersama insan pers.
Menurutnya, pertemuan dalam suasana santai seperti itu menjadi kesempatan yang baik untuk mempererat hubungan sekaligus membangun komunikasi yang lebih terbuka antara Kejaksaan dan wartawan.
“Terima kasih kepada Pak Kajari dan jajaran yang sudah meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dan ngopi bersama teman-teman wartawan. Suasana seperti ini tentu sangat baik untuk mempererat hubungan dan membangun komunikasi,” ujar Rapi.
Hal senada disampaikan, Ketua PJN Natuna, Roy Parlen Sianipar. Ia mengucapkan terima kasih kepada Kajari Erwin Indrapraja yang telah menginisiasi pertemuan bersama para wartawan.
Roy menilai komunikasi informal seperti ngopi bersama dapat menjadi ruang untuk saling mengenal lebih dekat, bertukar pandangan, sekaligus memperkuat sinergi antara insan pers dan aparat penegak hukum.
“Terima kasih kepada Pak Kajari dan jajaran yang sudah mengundang kami untuk bersama-sama ngopi sore. Mudah-mudahan silaturahmi seperti ini terus terjaga dan komunikasi antara Kejari Natuna dengan insan pers semakin baik,” katanya.
Sore itu, kopi mungkin hanya menjadi sajian sederhana. Namun dari secangkir kopi, lahir percakapan. Dari percakapan tumbuh kedekatan dan dari kedekatan terbuka ruang sinergi yang lebih kuat antara Kejari Natuna dan insan pers.
Sebuah sore yang sederhana, tetapi menyimpan pesan penting: penegakan hukum dan keterbukaan informasi akan semakin kuat ketika dibangun melalui komunikasi, silaturahmi dan kepercayaan. (KG/IK)
