Jakarta — Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Indonesia terus memperkuat gerakan edukasi masyarakat dalam upaya mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Melalui kampanye sosial bertajuk “Jangan Diam, Berani Bicara”, RPA Indonesia mengajak masyarakat untuk lebih peduli, berani melapor, dan tidak membiarkan tindakan kekerasan terjadi di lingkungan sekitar.
Gagasan edukasi ini disampaikan oleh Ketua Pelaksana, Yusuf Pradika, yang menilai bahwa masih banyak korban kekerasan memilih diam karena takut, malu, atau merasa tidak memiliki tempat aman untuk bercerita.
Menurut Yusuf Pradika, kesadaran masyarakat harus dibangun bersama agar lingkungan menjadi lebih aman dan peduli terhadap perempuan dan anak.
“Kalau melihat kekerasan jangan hanya jadi penonton. Diam bukan solusi. Keberanian untuk melapor dan peduli bisa menyelamatkan banyak orang. Kita ingin masyarakat sadar bahwa kekerasan sekecil apa pun tidak boleh dianggap biasa,” ujar Yusuf Pradika.
Gerakan ini juga diperkuat oleh Ketua Umum RPA Indonesia, Ibu Jeanne Latumahina, yang menegaskan pentingnya menciptakan ruang aman di setiap lingkungan, baik di rumah, sekolah, tempat kerja, hingga ruang publik.
“Kami ingin setiap ruang menjadi ruang aman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada rasa takut untuk berbicara, tidak boleh ada pembiaran terhadap kekerasan.
Semua pihak harus ikut menjaga dan melindungi,” tegas Ibu Jeanne Latumahina.
RPA Indonesia menilai bahwa pencegahan kekerasan tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dimulai dari edukasi sosial, kepedulian masyarakat, dan keberanian untuk bertindak ketika melihat adanya kekerasan.
Melalui kampanye ini, RPA Indonesia juga mengajak masyarakat untuk:
Berani melapor jika melihat atau mengalami kekerasan.
Tidak menyalahkan korban.
Menjadi lingkungan yang peduli dan mendukung korban.
Bersama mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.
RPA Indonesia berharap gerakan ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan Indonesia yang lebih aman, nyaman, dan ramah bagi perempuan serta anak-anak.












