NATUNA –
Komandan Lanud Raden Sadjad (RSA), Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., menyambut kedatangan rombongan Taruna Akademi TNI di Lanud Raden Sadjad, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (2/8/2026).
Kedatangan para calon perwira TNI tersebut merupakan bagian dari Program Integratif Bhakti Akademi TNI dan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 2026, yang dirangkaikan dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Natuna. Program ini menjadi sarana pembentukan karakter kepemimpinan sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat melalui keterlibatan langsung di tengah lingkungan sosial.
Danlanud RSA Marsma TNI Onesmus Gede Rai Aryadi menegaskan bahwa seorang taruna tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan militer yang mumpuni, tetapi juga harus memiliki kepedulian sosial, integritas, serta kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia mengajak seluruh taruna memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar dari kehidupan masyarakat, menjaga nama baik institusi, serta menanamkan nilai-nilai disiplin dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Jadikan kegiatan ini sebagai pengalaman yang membentuk karakter kepemimpinan. Berinteraksilah dengan masyarakat secara santun, bangun kepedulian, dan tunjukkan bahwa prajurit TNI hadir untuk mengabdi kepada bangsa dan negara,” pesan Marsma TNI Onesmus.
Rombongan Taruna Akademi TNI dipimpin oleh Mayor Laut (P) Unggul Firmansyah Wuryantoro, S.H., M.H., selaku Dansubsatar, didampingi Lettu Laut (P) Sachroni Aminnudin, S.Tr.Han., bersama lima taruna dari berbagai matra Akademi TNI.
Penyambutan berlangsung hangat dan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna Boy Widjanarko Varianto, S.E., Kadislog Lanud Raden Sadjad Sus Edo Hartono, S.S., M.Pd., M.I.Pol., Danramil 01/Ranai Mayor Inf. R. Simanjuntak, Lettu Laut (P) Dermawan Muh., serta Kepala Sekolah Rakyat Kabupaten Natuna Bumiselan, S.Pd.
Melalui Program Integratif Bhakti Akademi TNI dan Akpol 2026, para taruna akan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, edukasi, dan pembinaan masyarakat. Program ini menjadi bagian dari upaya membentuk calon perwira TNI yang tidak hanya profesional dalam menjaga kedaulatan negara, tetapi juga memiliki karakter humanis, adaptif, dan mampu menjalin kedekatan dengan masyarakat.
Kehadiran para taruna di wilayah perbatasan seperti Natuna sekaligus mempertegas komitmen TNI dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan lahir generasi pemimpin militer yang tangguh, berintegritas, serta mampu menjadi solusi bagi berbagai tantangan kebangsaan di masa depan. (KG/IK)
