NATUNA – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Republik Indonesia, Arif Havas Oegroseno bersama Bupati Natuna, Cen Sui Lan meninjau pembangunan Pasar JICA di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (26/8/2026).
Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan pembangunan infrastruktur pendukung sektor perikanan di wilayah perbatasan Indonesia itu berjalan sesuai rencana sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para nelayan.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan mengatakan dirinya menyambut positif kunjungan Wamenlu ke Pasar JICA. Menurutnya, kunjungan tersebut dapat memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap berbagai aspirasi pembangunan di Natuna.
“Alhamdulillah, kami sangat senang dan positif. Dengan melihat langsung kondisi di lapangan, beliau semakin semangat untuk membawa aspirasi-aspirasi kita,” ujar Cen Sui Lan saat diwawancarai di sela peninjauan.
Ia menjelaskan, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana hasil produksi nelayan Natuna tidak hanya dipasarkan di dalam daerah, tetapi juga memiliki akses ke pasar yang lebih luas.
Cen Sui Lan menyebut Wamenlu turut membantu mencarikan akses pasar dan calon pembeli (buyer) dari luar negeri, termasuk membuka peluang kerja sama dengan sejumlah negara.
“Kalau JICA memberikan bantuan, kita juga harus mencari market-nya. Bagaimana ke depan hasil nelayan kita bisa dikirim. Beliau juga akan membantu kita mencari buyer dan membuat aksesnya,” katanya.
Menurut Cen Sui Lan, pembangunan Pasar JICA yang merupakan bagian dari dukungan kerja sama Jepang melalui sektor kelautan dan perikanan mendapat respons positif dari Wamenlu.
“Intinya Pak Wamen sangat senang dengan program JICA dari KKP untuk Natuna,” ujarnya.
Cen Sui Lan menambahkan, progres pembangunan Pasar JICA saat ini telah mencapai sekitar 58 persen dan secara umum berjalan dengan baik tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah sudah 58 persen, sudah bagus dan saat ini tidak ada mengalami kendala yang lain-lain,” jelasnya.
Ia berharap pembangunan dapat segera rampung sehingga fasilitas tersebut bisa difungsikan secara optimal untuk mendukung aktivitas masyarakat dan sektor perikanan Natuna.
Bupati juga mengungkapkan adanya rencana penyempurnaan fasilitas pendukung, termasuk pembangunan gedung pengelola setelah pekerjaan utama selesai.
“Kalau sudah selesai semua, mungkin kalau ada penambahan waktu sedikit wajar-wajarlah. Kita mau membuat gedung pengelola setelah selesai semua, sehingga bisa difungsikan dengan baik,” katanya.
Lebih lanjut, Cen Sui Lan menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah mempersiapkan rencana peresmian fasilitas tersebut dengan melibatkan pemerintah pusat dan pihak Jepang.
Ia berharap Menteri terkait, Wamenlu, serta perwakilan dari Jepang dapat hadir dalam agenda peresmian setelah pembangunan selesai.
Cen Sui Lan menilai dukungan Jepang terhadap pembangunan Pasar JICA merupakan capaian penting bagi Natuna, terutama setelah berbagai upaya sebelumnya belum membuahkan hasil.
“Alhamdulillah, ini luar biasa. Kita mendapat hibah dari Jepang setelah berkali-kali gagal, akhirnya bisa kita dapat. Tentunya ini juga didukung oleh semua pihak,” pungkasnya.
Pembangunan Pasar JICA diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas perdagangan, tetapi juga mampu memperkuat rantai pasok perikanan, meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk perikanan Natuna.
Sebagai daerah kepulauan yang berada di kawasan perbatasan dan memiliki potensi perikanan besar, penguatan infrastruktur perikanan dan akses pasar dinilai menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian daerah. (KG/IK)
