Henderiyana: Kepemimpinan Ade Jona Jadi Momentum HIPMI Perkuat Ekonomi Daerah dan Wilayah Perbatasan

NATUNA – Terpilihnya Ade Jona Prasetyo sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) periode 2026–2029 dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVIII di Bandar Lampung mendapat sambutan positif dari berbagai daerah. Salah satunya datang dari tokoh muda Kepulauan Riau asal Natuna, Henderiyana, S.IP.

Mantan Ketua Umum BPC HIPMI Natuna yang kini menjabat Wakil Dewan Pembina HIPMI Kepri itu menilai, terpilihnya Ade Jona secara aklamasi menjadi simbol kuatnya persatuan kader HIPMI sekaligus membuka peluang baru bagi penguatan ekonomi daerah, khususnya kawasan perbatasan Indonesia.

Henderiyana yang hadir langsung dalam Munas XVIII bersama jajaran BPD HIPMI Kepulauan Riau di bawah kepemimpinan Louis Loi mengatakan, forum tertinggi organisasi tersebut telah menunjukkan kedewasaan para kader dalam menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

“Terpilihnya Ade Jona secara aklamasi mencerminkan soliditas HIPMI sebagai rumah besar pengusaha muda Indonesia. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat kontribusi organisasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Henderiyana, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, tantangan ekonomi global yang semakin kompleks menuntut hadirnya pengusaha-pengusaha muda yang inovatif dan adaptif. Karena itu, HIPMI diharapkan mampu menjadi wadah yang memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha di daerah dengan berbagai peluang investasi dan pengembangan usaha di tingkat nasional.

Henderiyana menilai, kepemimpinan Ade Jona memiliki peluang besar untuk memperluas perhatian HIPMI terhadap daerah-daerah strategis yang menyimpan potensi ekonomi besar, termasuk wilayah perbatasan seperti Kabupaten Natuna.

“Natuna memiliki kekayaan sumber daya yang luar biasa, mulai dari sektor kelautan, perikanan, energi, pariwisata hingga ekonomi maritim. Potensi tersebut membutuhkan dukungan investasi, akses pasar, dan kolaborasi yang kuat agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap HIPMI di bawah kepemimpinan baru dapat menjadi jembatan antara potensi ekonomi daerah dengan kebutuhan dunia usaha dan investasi, sehingga pembangunan ekonomi dapat tumbuh secara merata di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, Henderiyana menegaskan bahwa pengusaha muda di daerah harus menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, kemajuan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi di kota-kota besar, tetapi juga oleh keberhasilan daerah dalam menciptakan wirausaha yang tangguh dan berdaya saing.

“Pengusaha muda daerah tidak boleh hanya menjadi penonton. HIPMI harus menjadi tempat lahirnya generasi pemimpin ekonomi baru yang mampu membawa potensi daerah ke tingkat nasional bahkan internasional. Ketika daerah berkembang, Indonesia akan semakin kuat,” tegasnya.

Munas XVIII HIPMI sendiri berlangsung di Bandar Lampung pada 10–11 Juni 2026 dan menghasilkan kesepakatan aklamasi yang menetapkan Ade Jona Prasetyo sebagai Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029. Dukungan dari seluruh elemen organisasi, termasuk para kandidat lainnya, menjadi cerminan semangat persatuan dalam menjaga keberlanjutan organisasi.

Dalam pidato perdananya, Ade Jona mengajak seluruh kader HIPMI untuk bersatu dan memperkuat peran organisasi sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan investasi, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

Bagi Henderiyana, semangat persatuan yang lahir dari Munas XVIII menjadi harapan baru bagi pengusaha muda Indonesia untuk berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan bangsa, termasuk mengoptimalkan potensi daerah perbatasan seperti Natuna dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. (KG/IK)