Keluarga Besar Lamaholot – Flores Kabupaten Karimun Kecewa Gagal Tampil di Pelangi Budaya Nusantara

Keluarga Besar Lamaholot - Flores Kabupaten Karimun berfoto sebelum tampil. (Foto: maicel)

KARIMUN – Kekecewaan mendalam dirasakan Keluarga Besar Lamaholot – Flores Kabupaten Karimun ketika tidak bisa menampilkan budaya daerahnya pada kegiatan Pelangi Budaya Nusantara yang digelar dua hari berturut-turut oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun di Coastal Area.

“Kami sudah berada di lokasi acara sekitar pukul 12.50 WIB menunggu giliran tampil. Sesuai schedule yang diberikan penyelenggara kegiatan dalam hal ini pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun, bahwa kami akan mengisi rangkaian acara pada hari Sabtu (21/10/2023) pukul 14.00-15.00 WIB. Namun, hingga pukul 14.00 WIB tidak dimasukkan di tatib peserta yang mengikuti acara tersebut,” jelas koordinator divisi Seni dan Budaya Keluarga Besar Lamaholot Rudy BL de Rosary.

Pihaknya katanya sudah menghubungi pihak penyelenggara kegiatan via WhatsApp namun hanya dijawab tampil saja.

Melihat kondisi saat itu sepi dan tidak ada penonton bahkan pihak penyelenggara kegiatan juga tidak ada di tempat, maka pihaknya memutuskan untuk batal menampilkan tarian budaya dari daerah Lamaholot – Flores.

“Kami datang disini membawa niat yang sangat tulus mau memperkenalkan budaya dari daerah kami Lamaholot, namun hal itu sepertinya tidak dihargai sehingga kami dihadiahi kursi kosong yang masih berserakan. Pada siapa kami memperkenalkan budaya kami,” tegas Rudy

“Kami sangat kecewa karena sudah mempersiapkan segalanya untuk siap tampil. Kami ditawarkan untuk tampil selepas maghrib oleh Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun yang datang setelah anggota pulang, sehingga tidak memungkinkan kami untuk memenuhi permintaan itu,” tambahnya.

Kepala Bagian Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun Ahadian Z ketika ditemui di ruang kerjanya Rabu (25/10/2023) membenarkan bahwa adanya pembatalan dari Keluarga Besar Lamaholot untuk mengisi acara pada kegiatan Pelangi Budaya Nusantara. Hal itu disebabkan oleh tidak adanya penonton

Ketika ditanya terkait tidak adanya pihak penyelenggara di lokasi acara saat itu dirinya membantah.

“Itu tidak benar,” lanjutnya.

“Kami juga berencana memberikan kesempatan kepada Keluarga Besar Lamaholot untuk menampilkan kembali budayanya pada tanggal 29 Oktober nanti. Kami juga memohon maaf kalau sudah membuat kecewa terhadap Keluarga Besar Lamaholot,” tuturnya. KG/maicel