Cover Media Viral, Maya Sari Beri Tanggapan Bijak soal Kritik dan Etika

LINGGA – Ketua DPRD Lingga dari Fraksi Partai NasDem Maya Sari, menyampaikan pandangannya secara bijak dan berimbang terkait cover terbaru salah satu media cetak yang tengah menjadi perhatian publik.

Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Ia juga menekankan bahwa kebebasan pers adalah pilar penting yang harus dijaga bersama, sebagai ruang untuk menyampaikan gagasan, kontrol sosial, serta memperkuat transparansi.

“Kami menghargai karya dan niat penyampaian kritik yang dilakukan media. Namun demikian, terdapat pendekatan visual dalam cover tersebut yang dapat menimbulkan beragam tafsir di ruang publik, khususnya terhadap sosok Surya Paloh,” ujar Maya Sari, Rabu (15/04/2026).

Ia menilai, kekuatan visual dalam dunia jurnalistik memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi masyarakat. Oleh karena itu, setiap penyajian informasi, baik dalam bentuk tulisan maupun visual, diharapkan dapat tetap mengedepankan keseimbangan, kepatutan, serta substansi pesan yang ingin disampaikan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kritik yang disampaikan media sejatinya merupakan kontribusi penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, kritik yang disajikan secara santun, berimbang, dan berbasis data akan semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap media itu sendiri.

Sebagai figur publik, Surya Paloh dinilai terbuka terhadap berbagai pandangan dan masukan. Dalam konteks ini, ia berharap setiap kritik yang muncul dapat terus diarahkan pada hal-hal yang konstruktif dan memberikan nilai edukatif bagi masyarakat luas.

“Kita semua memiliki peran dalam menjaga ruang publik yang sehat. Kebebasan berekspresi dan kebebasan pers harus berjalan seiring dengan tanggung jawab moral, sehingga media tetap menjadi rujukan yang kredibel dan berintegritas,” tambahnya.

Menutup pernyataannya, Maya Sari mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi antara media, pemerintah, dan masyarakat. Ia meyakini bahwa dengan semangat saling menghargai dan menjaga etika, kritik yang disampaikan tidak hanya menjadi kontrol sosial, tetapi juga menjadi energi positif dalam mendorong kemajuan demokrasi yang lebih dewasa dan bermartabat. (kg/as)