01/09/2026
IMG-20260901-WA0029

NATUNA — Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Daerah Pemilihan Natuna-Anambas, Mustamin Bakri turun langsung ke kawasan pertanian Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna, Selasa (1/9/2026).

Mustamin Bakri mendampingi Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., dalam kunjungan kerja untuk meninjau perkembangan pertanian sekaligus mengikuti panen raya padi bersama kelompok tani setempat.

Dalam kunjungan tersebut, Mustamin bersama Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik S.E dan Wakil Gubernur Kepri meninjau lahan pertanian Kelompok Tani Harapan Makmur sebelum melanjutkan kegiatan panen padi bersama Kelompok Tani Cipto Dadi.

Kehadiran Mustamin di tengah petani menjadi bagian dari upaya mendorong perhatian dan dukungan terhadap pengembangan sektor pertanian Natuna. Menurutnya, pertanian di wilayah perbatasan memiliki posisi strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pengembangan sektor pertanian, kata dia, tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan petani. Dukungan infrastruktur, khususnya jaringan irigasi, pendampingan penyuluh serta sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga menjadi faktor penting.

Dalam kegiatan tersebut turut dilakukan peresmian penggunaan jaringan air irigasi sawah petani melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Batam.

Jaringan irigasi tersebut diharapkan dapat membantu petani memperoleh pasokan air yang lebih memadai sehingga produktivitas lahan dapat dipertahankan, terutama ketika memasuki musim kemarau.

Sementara itu, berdasarkan data Penyuluh Pertanian Elok Trisnawati, S.E., Kelompok Tani Cipto Dadi membudidayakan padi varietas Inpari 32 dengan melibatkan 10 orang petani.

Produktivitas rata-rata saat ini mencapai sekitar 2,5 ton per hektare. Dari total lahan sekitar 6 hektare, sekitar 3 hektare telah memasuki masa panen pada musim tanam kali ini.

Adapun Kelompok Tani Harapan Makmur memiliki lahan sawah sekitar 3,5 hektare yang tanaman padinya masih berada dalam tahap menuju panen.

Jika digabungkan, kedua kelompok tani tersebut memiliki sekitar 9,5 hektare lahan sawah yang berpotensi terus dikembangkan untuk meningkatkan produksi pangan di Natuna.

Namun, produktivitas padi masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya kondisi cuaca yang memasuki musim kemarau dan serangan hama. Dalam kondisi normal, produktivitas lahan dapat mencapai sekitar 3 hingga 3,5 ton per hektare.

Mustamin menilai kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan dukungan berkelanjutan agar potensi pertanian Natuna dapat berkembang secara optimal.

Menurutnya, peningkatan produksi pangan di Natuna bukan hanya persoalan ekonomi masyarakat, tetapi juga memiliki dimensi strategis karena Natuna merupakan salah satu wilayah terdepan Indonesia.

Karena itu, penguatan pertanian di wilayah perbatasan perlu dilakukan melalui kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kepri, Pemerintah Kabupaten Natuna, DPRD, penyuluh pertanian dan kelompok tani.

Dengan dukungan infrastruktur yang memadai serta pendampingan yang berkelanjutan, lahan pertanian Natuna diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani.

Kegiatan tersebut turut dihadiri, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri, kepala OPD Pemerintah Kabupaten Natuna, Camat Bunguran Batubi, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta tokoh masyarakat. (KG/IK)