NATUNA — Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Dr. Nyanyang Haris Pratamura, S.E., M.Si., turun langsung ke lahan pertanian di Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna, Selasa (1/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau perkembangan pertanian sekaligus mengikuti panen raya padi bersama kelompok tani setempat.
Didampingi Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik S.E., Nyanyang terlebih dahulu meninjau lahan milik Kelompok Tani Harapan Makmur. Setelah itu, rombongan melanjutkan kegiatan panen padi bersama Kelompok Tani Cipto Dadi.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Kepri memperkuat sektor pertanian, khususnya produksi padi yang memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan di daerah perbatasan.
Saat berada di lahan Kelompok Tani Harapan Makmur, Nyanyang melihat langsung kondisi tanaman padi dan berdialog dengan para petani. Ia mengapresiasi kerja keras petani dalam mengembangkan lahan sawah di tengah tantangan cuaca dan serangan hama.
Nyanyang berharap produktivitas padi di Kecamatan Bunguran Batubi dapat terus ditingkatkan sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap kebutuhan pangan masyarakat Natuna.
Dalam kunjungan tersebut juga dilakukan peresmian penggunaan jaringan air irigasi sawah petani melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Batam.
Nyanyang menilai keberadaan jaringan irigasi merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian. Ketersediaan air yang memadai diharapkan dapat membantu petani mempertahankan produktivitas lahan, terutama ketika kondisi cuaca tidak menentu dan memasuki musim kemarau.
Usai berdialog dengan petani, Nyanyang bersama rombongan kemudian menuju lahan Kelompok Tani Cipto Dadi untuk mengikuti panen padi.
Berdasarkan data Penyuluh Pertanian, Elok Trisnawati, S.E., Kelompok Tani Cipto Dadi membudidayakan padi varietas Inpari 32 dengan melibatkan 10 petani. Saat ini, produktivitas rata-rata kelompok tersebut mencapai sekitar 2,5 ton per hektare.
Kelompok Tani Cipto Dadi memiliki luas lahan sekitar 6 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 3 hektare telah memasuki masa panen pada musim tanam kali ini.
Sementara itu, Kelompok Tani Harapan Makmur memiliki lahan sawah sekitar 3,5 hektare dan tanaman padinya masih dalam tahap menuju panen.
Jika digabungkan, kedua kelompok tani tersebut mengelola sekitar 9,5 hektare lahan sawah yang masih berpotensi dikembangkan untuk meningkatkan produksi pangan di Kabupaten Natuna.
Hadapi Kemarau dan Serangan Hama di balik potensi tersebut, produktivitas padi masih menghadapi sejumlah tantangan. Kondisi cuaca yang memasuki musim kemarau serta serangan hama menjadi kendala yang harus dihadapi petani.
Dalam kondisi normal, produktivitas lahan kedua kelompok tani tersebut diperkirakan dapat mencapai sekitar 3 hingga 3,5 ton per hektare.
Karena itu, dukungan infrastruktur irigasi, pendampingan penyuluh pertanian, serta sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kabupaten Natuna dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan produktivitas.
Kunjungan Wakil Gubernur Kepri ke Bunguran Batubi juga menjadi momentum memperkuat perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian di wilayah perbatasan.
Pengembangan lahan sawah dan peningkatan produksi padi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan petani, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Natuna.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau Dapil Natuna-Anambas, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri, kepala OPD Pemerintah Kabupaten Natuna, Camat Bunguran Batubi, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta tokoh masyarakat. (KG/IK)
