24/08/2026
IMG-20260824-WA0007

NATUNA – Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, memperkuat langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diperkirakan dapat terjadi seiring kondisi cuaca dalam beberapa waktu ke depan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Natuna, Cen Sui Lan dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Natuna yang digelar di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bupati Natuna, Senin (24/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Cen Sui Lan menegaskan pemerintah daerah tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan pembakaran hutan maupun lahan yang dilakukan secara sengaja.

Ia meminta seluruh pihak meningkatkan pengawasan dan segera melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas pembakaran lahan. Pemerintah daerah juga akan menyiapkan mekanisme penghargaan bagi masyarakat yang berperan aktif memberikan informasi terkait potensi maupun kejadian kebakaran.

“Kita tidak mau setiap tahun ada oknum yang melakukan pembakaran. Tidak ada toleransi. Kalau masyarakat melihat ada pembakaran, segera laporkan,” tegas Cen Sui Lan.

Selain pengawasan masyarakat, Bupati meminta para pelaku usaha, khususnya yang melakukan aktivitas perkebunan, memiliki sarana dan prasarana pendukung untuk penanganan kebakaran.

Menurutnya, keberadaan peralatan pemadam di lokasi usaha sangat penting agar api dapat segera dikendalikan sebelum meluas.

“Kalau mau berkebun, harus menyediakan sarana dan prasarana. Minimal pompa dan peralatan pemadam harus tersedia di lokasi,” ujarnya.

Cen Sui Lan juga menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi kebakaran di kawasan perkebunan. Ia mengingatkan, penanganan kebakaran tidak cukup dilakukan secara manual karena api dapat dengan cepat meluas, terutama dalam kondisi kering.

Ia berharap para pelaku usaha dapat meningkatkan kewaspadaan serta bertanggung jawab terhadap lingkungan di sekitar lokasi kegiatan mereka.

“Kita tidak ingin pembakaran lahan menjadi kebiasaan. Kalau dibiarkan, dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, perekonomian, dan menguras tenaga kita untuk menangani kebakaran,” katanya.

Untuk memperkuat mitigasi, Bupati juga meminta dilakukan pendataan terhadap sejumlah lokasi perkebunan yang memiliki potensi kerawanan kebakaran.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Natuna akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mengusulkan pembangunan sumur bor di sejumlah titik yang dinilai membutuhkan sumber air sebagai bagian dari langkah antisipasi karhutla.

“Mitigasi harus kita lakukan. Kita akan berkoordinasi dengan BWS agar ada sumur bor di beberapa lokasi yang membutuhkan,” ungkapnya.

Cen Sui Lan juga meminta agar segera dibentuk satuan tugas (Satgas) yang bertugas menindaklanjuti seluruh hasil rapat dan memperkuat koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi kekeringan serta karhutla.

Tak hanya itu, pemerintah daerah akan menyiapkan surat edaran kepada masyarakat terkait aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kualitas udara memburuk akibat asap kebakaran.

“Kita harus segera membentuk Satgas untuk menindaklanjuti semuanya. Kemudian surat edaran kepada masyarakat juga perlu disiapkan, terutama apabila kondisi udara tidak baik,” pungkasnya.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat sehingga potensi kekeringan serta karhutla di Natuna dapat dicegah dan ditangani sedini mungkin. (KG/IK)