22/07/2026
IMG-20260722-WA0190

BOGOR, – Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi melepas Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 IPB University di Aula FMIPA, IPB University, Dramaga, Bogor, Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Viva Yoga menegaskan kampus memiliki peran strategis dalam mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di kawasan transmigrasi.

“Mengubah nasib untuk memberantas kemiskinan melalui program transmigrasi menjadi bagian dari perjuangan transmigran. Dengan kesabaran dan ketekunan, apa yang diperjuangkan tidak hanya mampu meningkatkan derajat kehidupan, tetapi juga menjadikan kawasan yang dulunya rawa-rawa atau hutan berubah menjadi berbagai kawasan produktif,” ujarnya.

Ia mencontohkan Kawasan Transmigrasi Telang di Banyuasin, Sumatera Selatan. “Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke Kawasan Transmigrasi Telang. Kawasan tersebut saat ini telah menjadi sentra produksi beras. Sebagai kawasan transmigrasi, Telang mendapat predikat daerah penghasil beras tertinggi di Indonesia,” tambah Viva Yoga.

Dengan adanya program Trans Patriot melalui TEP, ia berharap pembangunan kawasan transmigrasi dapat berjalan lebih cepat sehingga pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

TEP 2026 Perluas Jangkauan dan Jumlah Peserta

TEP 2026 merupakan kelanjutan dari TEP 2025. Pada 2025, sebanyak 2.000 civitas akademika terdiri dari guru besar, doktor, master, dan mahasiswa dari UI, IPB, ITB, Universitas Padjadjaran, UGM, Universitas Diponegoro, dan ITS disebar ke 154 kawasan transmigrasi untuk riset potensi sumber daya alam dan kelembagaan ekonomi.

“Untuk TEP 2026, pesertanya ditambah dari Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, dan Universitas Hasanuddin,” jelas Viva Yoga.

Tahun ini Kementerian Transmigrasi mengirimkan 246 tim yang terdiri dari 246 ketua tim dan 1.230 anggota ke 53 kawasan. Rinciannya: 41 Kawasan Prioritas Nasional, 2 Kawasan Prioritas Kementerian Transmigrasi, dan 10 Kawasan Prioritas di Papua.

Dari IPB University sendiri tercatat 25 orang menjadi ketua tim dan 125 orang menjadi anggota TEP 2026.

Tim dari IPB akan disebar ke sejumlah kawasan transmigrasi, antara lain:
– Salor – Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan
– Selaut – Kabupaten Simeulue, Aceh
– Lunang Selaut dan Muara Takung-Kamang Baru – Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat
– Batu Betumpang – Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Belitung
– Barelang – Kota Batam, Kepulauan Riau

Hadir dalam pelepasan tersebut Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan Slamet, Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship Dr. Handian Purwawangsa, serta jajaran pimpinan IPB lainnya.

Transmigran Disebut Patriot Bangsa

Viva Yoga berharap kehadiran para profesor, guru besar, doktor, dan master dari perguruan tinggi ternama memberi pengalaman baru bagi anggota TEP.

“Di sana akan merasakan bagaimana perjuangan warga trans untuk mengubah nasibnya. Dalam perjalanan waktu, para transmigran hidupnya menjadi sejahtera dan pendapatan meningkat,” katanya.

Ia mencontohkan kunjungannya ke kawasan transmigrasi di Bungo, Jambi. Transmigran yang menjadi petani kelapa sawit sejak 1982 kini hidup berkecukupan hingga bisa menyekolahkan anaknya.

“Peran penting program transmigrasi yang menumbuhkan kawasan pertumbuhan baru membuat para transmigran pada masa Orde Baru disebut pahlawan pembangunan, dan saat ini disebut Patriot Bangsa,” ucapnya.

61 Proposal Kawasan Baru Masuk ke Kementerian

Kesuksesan transmigrasi menciptakan geliat pembangunan di daerah membuat banyak kepala daerah mengajukan pembukaan kawasan baru.

“Ada 61 proposal dari para bupati yang ingin di daerahnya ada kawasan baru transmigrasi,” ungkap Viva Yoga.

Alasannya, pembukaan kawasan baru akan membuka daerah terisolasi sehingga muncul interaksi manusia, aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya.

“Salah seorang bupati mengatakan ada wilayahnya yang terisolasi. Untuk menuju ke sana dibutuhkan biaya yang lebih mahal daripada kalau pergi ke Jakarta. Dengan adanya program transmigrasi maka masalah seperti itu bisa dipecahkan,” pungkasnya.

Untuk informasi lebih lanjut:
Humas Kementerian Transmigrasi
Humas IPB University